Relawan PMI Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
- 02 Jul 2026 20:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya krisis air hingga kebakaran lahan menjadi ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng untuk terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan bencana. Hal itu disampaikan Relawan PMI Buleleng, Martinus dan Mega, saat menjadi narasumber dalam Obrolan Spada, Rabu, 1 Juli 2026. Keduanya menegaskan bahwa peran relawan PMI tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah preventif agar risiko bencana dapat diminimalkan sejak dini melalui kolaborasi bersama masyarakat dan berbagai instansi.
Martinus menjelaskan bahwa PMI secara rutin melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memantau kondisi wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah wilayah timur Kabupaten Buleleng, seperti Desa Madenan dan Desa Jula, yang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau berlangsung. "Peran kami bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko yang ada," ujar Martinus. Menurutnya, kesiapsiagaan akan lebih efektif apabila dilakukan sebelum kondisi darurat benar-benar terjadi.
Selain persoalan kekeringan, ancaman kebakaran lahan juga menjadi perhatian serius. Mega mengatakan bahwa sebagian besar kebakaran justru dipicu oleh kelalaian manusia, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di area yang dipenuhi rumput kering. Kebiasaan yang terlihat sepele tersebut dapat memicu kebakaran dengan cepat, terutama ketika cuaca sedang panas dan angin bertiup kencang. "Hal-hal kecil seperti memastikan api benar-benar padam atau tidak membuang puntung rokok sembarangan bisa mencegah kebakaran yang lebih besar," ucap Mega. Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, kedua relawan juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun relawan, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, memperhatikan kondisi sekitar saat membakar sampah, hingga segera melaporkan potensi bahaya kepada pihak berwenang merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap orang. Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana, khususnya selama musim kemarau yang identik dengan cuaca panas dan minim curah hujan.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, PMI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya budaya siaga bencana. Pencegahan akan selalu lebih baik dibandingkan penanganan ketika bencana sudah terjadi. Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebiasaan sehari-hari serta membangun kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman. Kolaborasi antara relawan, pemerintah, dan warga diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....