Polres Buleleng Bangun Sumur Bor, 80 KK Kini Nikmati Air Bersih

  • 01 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di RT 2 Banjar Dinas Gerokgak, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, kini menikmati akses air bersih setelah Polres Buleleng membangun sumur bor di kawasan yang selama ini rawan kekeringan. Program tersebut menjadi solusi atas keterbatasan air bersih yang kerap dialami masyarakat saat musim kemarau.

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai potensi musim kemarau panjang yang dapat memperparah krisis air bersih di sejumlah wilayah Buleleng. Desa Gerokgak dipilih karena sebagian warga masih mengandalkan sumur dengan debit yang tidak menentu, bahkan harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Awalnya kami mendapat informasi terkait kemungkinan terjadi kekeringan dan musim kemarau yang panjang. Kami kemudian mencari daerah yang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih dan menemukan lokasi ini sebagai salah satu wilayah yang cukup urgen," ujar AKBP Ruzi Gusman.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Namun, menurutnya program penyediaan sumber air bersih tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diharapkan dapat berlanjut ke wilayah lain yang memiliki persoalan serupa.

Sumur bor yang telah dibangun kini berfungsi optimal dengan debit air yang cukup besar. Selain dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga, air dari sumur tersebut juga dialirkan ke lahan pertanian melalui jaringan subak sehingga memberi manfaat bagi sektor pertanian di kawasan tersebut.

"Sekarang airnya sudah bersih dan sudah digunakan masyarakat. Debit airnya juga cukup besar," katanya.

AKBP Ruzi menambahkan, keberadaan sumur bor diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. Polres Buleleng juga membuka peluang membangun sumur bor di wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih, dengan mempertimbangkan hasil survei serta dukungan anggaran.

"Kami akan terus melihat lokasi-lokasi yang memang membutuhkan. Kalau memungkinkan dan ada dukungan anggaran maupun kolaborasi dengan pihak lain, tentu akan kami upayakan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat," ucapnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....