Penataan Titik Nol Singaraja Jadi Solusi Banjir dan Wajah Baru Kota

  • 30 Jun 2026 08:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penataan kawasan Titik Nol Singaraja tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah Kota Singaraja, tetapi juga menjadi solusi mengurangi potensi banjir di kawasan pusat kota. Proyek tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng menciptakan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Perkim Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, mengatakan penataan kawasan Titik Nol diawali dari pembenahan sistem drainase. Saluran air berukuran besar dibangun untuk mengalihkan debit air hujan langsung menuju sungai sehingga beban genangan di kawasan pusat kota dapat dikurangi.

"Urgensi penataan Titik Nol itu sebenarnya yang pertama adalah penanganan banjir. Di bawah kawasan Titik Nol ada saluran besar yang akan mengalirkan air ke sungai terdekat sehingga beban air di kawasan kota menjadi lebih ringan saat hujan deras," ujarnya, Senin 29 Juni 2026.

Selain pembenahan drainase, proyek tersebut juga mencakup penataan utilitas bawah tanah dengan merapikan jaringan kabel dan saluran layanan publik agar tidak lagi semrawut. Penataan pedestrian, pemasangan bangku taman, serta penyediaan ruang publik yang lebih nyaman juga menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan.

Menurut Adipta, penataan Titik Nol tetap mempertahankan nilai sejarah dan filosofi Kota Singaraja. Konsep arsitektur yang diterapkan memadukan unsur bangunan kolonial dengan nilai budaya lokal Buleleng sehingga identitas kawasan tetap terjaga.

"Semua konsep, mulai dari arsitektur, warna hingga filosofi kawasan sudah kami konsultasikan dengan para tokoh dan akademisi. Jadi bukan sekadar mempercantik kota, tetapi juga menjaga identitas sejarah dan budaya Buleleng," katanya.

Ia menambahkan, penataan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Setelah Titik Nol, pemerintah juga akan melanjutkan penataan kawasan Pelabuhan Buleleng, Gedung Imaco, Museum Sunda Kecil, hingga kawasan Pabean agar terhubung menjadi satu kawasan kota yang representatif.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mengurangi risiko banjir, sekaligus menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....