Langkah Kecil Anak Muda Ciptakan Dampak Besar Bagi Lingkungan

  • 26 Jun 2026 08:54 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perubahan besar dalam menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari aksi berskala besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Pesan tersebut disampaikan Green Youth Putra Bali 2025 sekaligus Anggota Paguyuban Green Youth Bali, Yuda Septyadi, saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja, Jumat, 26 Juni 2026. Ia mengajak generasi muda untuk mulai mengubah gaya hidup agar lebih ramah lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Yuda, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan ialah membawa tumbler dari rumah, menggunakan tas belanja pakai ulang, serta memilah sampah sesuai jenisnya. "Kalau ingin peduli terhadap lingkungan, mulailah dari diri sendiri. Ubah pola pikir dan gaya hidup kita karena langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sebenarnya memberikan dampak besar bagi lingkungan," ujar Yuda. Ia menilai perubahan perilaku jauh lebih penting daripada sekadar menyalahkan kondisi lingkungan yang sudah tercemar.

Yuda juga menepis anggapan bahwa hidup ramah lingkungan membutuhkan biaya mahal. Menurutnya, penggunaan tumbler justru lebih hemat dibandingkan membeli air minum kemasan setiap hari. Kebiasaan sederhana tersebut mampu mengurangi sampah plastik sekaligus menghemat pengeluaran dalam jangka panjang. "Banyak yang mengira hidup ramah lingkungan itu mahal, padahal menurut saya itu hanya mitos. Membeli tumbler sekali bisa digunakan bertahun-tahun, jauh lebih hemat dibandingkan membeli botol minuman setiap hari," kata Yuda. Ia menambahkan bahwa gaya hidup berkelanjutan sebenarnya memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus kondisi finansial masyarakat.

Selain mengubah kebiasaan pribadi, Yuda melihat semakin banyak anak muda yang mulai aktif berkontribusi melalui berbagai komunitas lingkungan. Ia mencontohkan kegiatan bersih pantai, aksi membersihkan sungai, hingga workshop pengolahan sampah organik yang rutin dilakukan Green Youth Bali bersama berbagai organisasi dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian generasi muda terhadap lingkungan masih sangat besar, terutama ketika diberikan ruang untuk berpartisipasi secara langsung.

Diakhir, Yuda mengingatkan bahwa tantangan terbesar di Bali saat ini adalah menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat pengetahuan tentang pengelolaan sampah, serta membangun kebiasaan positif sejak sekarang. Dengan langkah sederhana yang dilakukan bersama, lingkungan yang lebih bersih dan lestari bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....