Rangkaian Upacara Piodalan ke-33 Pura Agung Jagatnatha Buleleng Tahun 2026
- 26 Jun 2026 05:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Panitia Piodalan Pura Agung Jagatnatha Kabupaten Buleleng secara resmi mengumumkan rangkaian upacara Piodalan ke-33 yang jatuh tepat pada Purnama Kasa, 29 Juni 2026.
Adapun dudonan upacara (jadwal rangkaian acara) yang dirilis oleh pihak panitia, melalui surat resmi nomor 36/PAJN.BLL/VI/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Panitia, I Gede Sandhiyasa, S.Sos., M.Si., dan Sekretaris, Drs. I Made Pasek, sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan dan Pembersihan (20-24 Juni 2026)
Dimulai dengan Mecaru Nuasen Karya, Ngingsah beras serta Ngelinggihang Bhatara Sri. Dilanjutkan dengan Ngiasin pelinggih, wewangunan, dan mereresik, upacara Mecaru Nyapah Ngerik dan Ngunggahang Daksina, serta Nuur Tirta ke Kahyangan Jagat di beberapa kabupaten di Bali.
2. Prosesi Melasti dan Hari Raya Kuningan (25 - 27 Juni 2026)
Upacara Melasti dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 (Wraspati Pon Kuningan) dimulai dengan Ngajum Pralingga Ida Bhatara. Dilanjutkan dengan prosesi Mendak Ngubeng, Ida Bhatara Makalahias, hingga Ida Bhatara Lunga Melasti menuju Segara Pabean di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng).
Prosesi upacara Melasti dipuput oleh Ida Mpu Tanaya Nirmala Kerthi dari Geria Taman Candi Alas Arum Sari, Dusun Dharma Kerthi, Desa Tukad Mungga. Dalam prosesi ritual di Pura Segara tersebut, juga dipentaskan Rejang Sandat Ratu Segara yang merupakan tari persembahan sakral untuk memuja kebesaran Ratu Segara (Dewi Laut) dan memohon keselamatan serta kesucian alam.
Selain itu, dilaksanakan pula Bhakti Pakelem ke tengah laut yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa.
Menurut Pemangku Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Jero Mangku Gede I Wayan Suyasa, untuk tahun ini Bhakti Pakelem menggunakan sarana bebek dan ayam. Bhakti Pakelem sebagai sarana pembersihan dan penyucian alam semesta sekaligus wujud rasa Syukur.
Jro Mangku Ketut Rupa juga mengatakan, Pakelem bisa dilakukan di sungai, danau, gunung dan samudra. Bantennya menyesuaikan dengan tingkatan upacara (nista, madia, utama).
“Upacara pakelem sebagai sarana untuk memohon air suci untuk keselamatan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit. Pakelem juga sebagai penerus (sida karya) dan persembahan kepada ibu pertiwi,” ujarnya disela-sela prosesi upacara Melasti, Kamis, 25 Juni 2026
Penggunaan sarana hewan seperti bebek dan ayam memiliki makna simbolis. Ayam melambangkan unsur kehidupan yang dinamis. Dalam konteks pakelem, ayam mewakili bhuta kala (unsur negatif di alam) untuk disomia atau disucikan agar kembali ke asalnya. Bebek melambangkan keseimbangan antara dunia bawah (Bhur Loka) dan dunia tengah (Bwah Loka). Ini merupakan simbol penetralisir dan penyucian alam semesta secara menyeluruh.
Setelah selesai prosesi upacara di Pura Segara, Ida Bhatara kembali ke Pura disambut dengan upacara Segehan Agung dan Katuran Pedatengan.
Selanjutnya pada Sabtu, 27 Juni 2026 (Saniscara Kliwon Kuningan) bertepatan dengan hari raya Kuningan, dilaksanakan persembahyangan bersama yang terbuka bagi seluruh umat Hindu.
3. Puncak Piodalan dan Bhakti Penganyar (29 Juni - 8 Juli 2026)
Senin, 29 Juni 2026 (Purnama Kasa) merupakan Puncak Upacara Piodalan ke-33. Prosesi Ida Bhatara Katuran Piodalan dilaksanakan sore hari pukul 16.00 - 19.00 WITA dipimpin oleh Sulinggih, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh umat sedharma hingga tengah malam.
Selasa, 30 Juni – Rabu, 8 Juli 2026 pelaksanaan Bhakti Penganyar dari kecamatan se-Kabupaten Buleleng.
Rabu, 8 Juli 2026 (Buda Umanis Medangsia) hari terakhir rangkaian upacara (Nyineb) yang diisi dengan upacara Meprani, Bhakti Penganyar terakhir, dilanjutkan prosesi Ngaturang Suci Penerus dan Pakelem ke Segara Pabeyan. Rangkaian piodalan akan resmi ditutup dengan prosesi Ngelebar Ida Bhatara dan Ngaturang Parama Suksma pada tengah malam menuju pergantian hari.
Pihak panitia berharap umat Hindu khususnya di wilayah Buleleng dapat mengetahui urutan prosesi dan tangkil (datang bersembahyang) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan kekhusyukan bersama selama upacara berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....