Jembrana Dorong Sekolah Rakyat di Melaya, Siapkan Lahan 5 Hektar
- 21 Jun 2026 08:50 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat mengatasi persoalan krisis tenaga pendidik di jenjang SD dan SMP yang kian mendesak. Salah satu langkah strategis yang kini tengah diperjuangkan adalah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Melaya ke Kementerian Sosial.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang sangat memadai untuk merealisasikan fasilitas pendidikan tersebut.
"Untuk SR (Sekolah Rakyat) kita usulkan di Kecamatan Melaya, tepatnya di sekitar kawasan Persil. Kami sudah berkoordinasi secara intensif agar sekolah tersebut dapat segera dibangun di Jembrana," ujar Bupati Kembang Hartawan, Jumat 19 Juni 2026.
Terkait kesiapan infrastruktur, Pemkab Jembrana memastikan ketersediaan aset tanah di lokasi tersebut yang awalnya seluas 3 hektar, kini telah dikembangkan dan disiapkan hingga mencapai lebih dari 5 hektar untuk mendukung perluasan fasilitas sekolah ke depan.
Selain mengusulkan Sekolah Rakyat di Melaya, upaya komprehensif juga dilakukan di Kecamatan Mendoyo melalui kerja sama dengan Kementerian Agama untuk membuka Sekolah Hindu (Widyalaya). Untuk proyek ini, Pemkab Jembrana bahkan telah menyerahkan hibah lahan bekas bangunan SD Negeri 3 Penyaringan.
Sembari menunggu respons pemerintah pusat terkait kuota perekrutan guru baru, Pemkab Jembrana terpaksa mengambil kebijakan tak populer berupa penggabungan (regrouping) sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang lokasinya berdekatan dan minim siswa.
| Baca juga: Yuk Cek, Jadwal PKB 18 Juni 2026 |
Bupati Kembang tidak menampik bahwa kebijakan regrouping ini sempat memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun, langkah ini harus diambil demi efisiensi dan maksimalisasi distribusi tenaga pendidik.
"Tujuannya adalah memaksimalkan tenaga didik yang ada. Kita petakan sekolah yang minim murid untuk digabung dengan sekolah terdekat," tegasnya.
Berdasarkan data penyisiran terbaru, Kabupaten Jembrana saat ini tercatat mengalami kekurangan sedikitnya 252 orang guru. Defisit ini terjadi akibat banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa purna tugas atau pensiun dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini diperkirakan akan semakin timpang mengingat rasio jumlah murid di tiap kelas dengan jumlah guru yang tersedia saat ini sudah tidak ideal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....