Penjualan Telur Asin Bebek di Singaraja Melonjak jelang Hari Raya Galungan

  • 15 Jun 2026 15:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjelang Hari Raya Galungan, penjualan telur asin bebek di Bali melonjak signifikan. Peningkatan sering kali meningkat hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Telur asin bebek banyak dicari masyarakat lokal bukan hanya untuk lauk pelengkap hidangan khas seperti lawar, tetapi juga menjadi komponen penting untuk sarana upakara (perlengkapan sesajen) di berbagai daerah di Bali. Momen Galungan memberikan berkah tersendiri bagi peternak bebek dan perajin telur asin rumahan, seperti salah satu perajin telur asin bebek di Singaraja, Pipit Sukreni.

Dalam kondisi normal, permintaan harian bisa mencapai ratusan butir, namun angka ini sering kali berlipat ganda hingga ribuan butir saat hari raya. Fenomena ini menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan.

“Sangat meningkat pastinya dibanding hari hari biasanya,” ujar wanita yang akrab disapa Pipit saat diwawancarai RRI Senin, 15 Juni 2026.

Peningkatan kebutuhan ini sering kali membuat produsen lokal kewalahan memenuhi pesanan yang datang dari berbagai banjar dan pasar tradisional. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, para perajin telur asin lokal telah mempersiapkan stok jauh-jauh hari.

Pipit menjelaskan, meskipun membawa keuntungan besar tetapi lonjakan permintaan ini juga diiringi tantangan. Ketersediaan bahan baku utama berupa telur bebek segar sering kali menipis akibat tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, para perajin biasanya harus melakukan persiapan stok dan proses pengasinan yang memakan waktu belasan hari jauh sebelum hari raya tiba.

“Saya biasanya pesan telur bebeknya langsung ke peternak, kadang orang kedua juga sih, pesanan banyak karena banyak yang kesini ngambil barangnya mereka jadi reseller juga,” ucapnya.

Tak hanya itu, kenaikan harga bahan baku pun kerap terjadi. Namun hal ini tidak menyurutkan minat konsumen untuk tetap membeli camilan gurih ini demi melengkapi momen kebersamaan keluarga di hari raya.

“Saya naikkan harganya sedikit, syukurnya para pembeli mengerti yang penting kualitas telur asin saya, kemasirannya, enaknya tetap dijaga,” katanya.

Diakhir, Pipit membagikan suka duka menjadi pengusaha telur asin bebek. Pipit menyebut saat hari raya omset penjualan telur asin bebek meningkat drastis, namun kendalanya adalah ketika mencari bahan baku susah dan mahal. Meski demikian dirinya tidak patah semangat melainkan melakukan inovasi.

"Ya pernah saya siasati dengan mengalihkan ke telur asin ayam," katanya mengakhiri.

Lonjakan musiman ini membuktikan bahwa produk olahan seperti telur asin tidak lekang oleh waktu. Telur asin juga tetap menjadi komoditas strategis yang sangat diandalkan oleh masyarakat Bali baik untuk kebutuhan ritual keagamaan maupun konsumsi sehari-hari

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....