Inovasi dan Media Sosial Perkuat Seni Tabuh

  • 14 Jun 2026 20:43 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang baru bagi pelestarian seni tradisional, termasuk seni tabuh Bali. Pelatih Tabuh Sanggar Seni Santhi Budaya, Ngurah Agung, menilai media sosial kini menjadi salah satu sarana yang efektif untuk memperkenalkan karya seni kepada masyarakat luas. Melalui berbagai platform digital, generasi muda dapat mendokumentasikan proses latihan, menampilkan hasil karya, hingga membangun jaringan dengan komunitas seni lainnya. Kehadiran media sosial juga menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai budayanya.

Dalam Obrolan SPADA yang disiarkan pada Sabtu, 13 Juni 2026, Ngurah Agung menjelaskan bahwa inovasi dalam seni tabuh merupakan hal yang penting untuk menjaga daya tarik generasi muda. Menurutnya, eksplorasi terhadap bunyi, teknik permainan, maupun perpaduan instrumen dapat dilakukan sebagai bentuk kreativitas. Namun demikian, inovasi harus tetap memperhatikan konteks dan ruang pertunjukannya. “Inovasi sangat boleh dilakukan selama ditempatkan pada panggung yang tepat dan tidak menghilangkan esensi budaya yang ingin dilestarikan,” kata Ngurah Agung.

Ia menambahkan bahwa terdapat perbedaan antara pertunjukan yang bersifat kreatif dengan kegiatan yang berkaitan dengan upacara adat atau festival pelestarian budaya. Pada ruang-ruang yang memiliki nilai sakral atau fungsi pelestarian murni, bentuk-bentuk tradisional sebaiknya tetap dipertahankan sesuai pakem yang ada. Sementara itu, panggung kreativitas dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk bereksperimen dan menciptakan karya baru. Dengan cara tersebut, tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan tanpa saling menghilangkan.

Media sosial juga dinilai memiliki peran besar dalam membangun citra positif seni tabuh di kalangan generasi muda. Melalui unggahan video latihan, dokumentasi pementasan, maupun konten edukasi budaya, masyarakat dapat melihat bahwa seni tabuh masih aktif berkembang. Selain menjadi sarana promosi, media sosial juga mampu menarik minat anak-anak dan remaja untuk mengenal lebih dekat dunia karawitan Bali. “Media sosial bisa menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa generasi muda tetap aktif berkesenian dan mencintai budayanya,” ujar Ngurah Agung.

Di akhir perbincangan, Ngurah Agung mengingatkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Tidak semua orang harus menjadi seniman atau penabuh untuk berkontribusi. Menghadiri pertunjukan seni, memberikan apresiasi terhadap karya budaya, serta mendukung kegiatan sanggar merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan seni tradisional. Dengan memadukan semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi secara bijak, seni tabuh Bali diyakini akan tetap lestari sekaligus mampu menarik perhatian generasi muda di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....