Seni Tabuh Buleleng Tetap Diminati Generasi Muda Kini
- 14 Jun 2026 20:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan beragam hiburan digital yang semakin mudah diakses, seni tradisional Bali sering dianggap mulai kehilangan peminat di kalangan generasi muda. Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi di Kabupaten Buleleng. Pelatih Tabuh Sanggar Seni Santhi Budaya, Ngurah Agung, mengungkapkan bahwa minat generasi muda terhadap seni tabuh justru menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya sanggar seni yang bermunculan serta bertambahnya komunitas anak muda yang aktif belajar dan berkesenian. Menurutnya, seni tabuh masih memiliki tempat tersendiri karena menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Ngurah Agung menjelaskan bahwa seni tabuh tidak hanya mengajarkan kemampuan memainkan gamelan atau memahami ritme musik tradisional. Di balik proses latihan yang dijalani, terdapat banyak nilai kehidupan yang dapat dipelajari oleh generasi muda. Mulai dari kedisiplinan dalam mengikuti jadwal latihan, tanggung jawab terhadap kelompok, hingga kemampuan bekerja sama untuk menghasilkan sajian tabuh yang harmonis. “Seni tabuh bukan hanya soal memainkan alat musik, tetapi juga melatih kekompakan, tanggung jawab, dan karakter diri,” ujar Ngurah Agung saat mengisi Obrolan SPADA, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, kerja sama menjadi salah satu aspek penting dalam seni tabuh. Setiap penabuh memiliki peran yang berbeda, namun harus mampu menyatu dalam satu irama. Jika satu pemain tidak fokus atau tidak mengikuti ritme yang sudah disepakati, maka keseluruhan penampilan akan terganggu. Karena itu, seni tabuh mengajarkan pentingnya saling mendukung dan menghargai peran orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Selain semangat belajar dari para peserta, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses berkesenian. Ngurah Agung menilai banyak anak yang awalnya merasa kesulitan atau bosan ketika mulai belajar tabuh. Namun dengan dorongan dan motivasi dari keluarga, mereka mampu bertahan hingga akhirnya menemukan rasa nyaman dan kecintaan terhadap seni tersebut. “Peran orang tua sangat penting untuk memberikan semangat ketika anak merasa jenuh atau mengalami kesulitan saat belajar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ngurah Agung mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pelestarian budaya Bali. Menurutnya, menjaga keberlangsungan seni tabuh tidak harus selalu menjadi penabuh atau seniman. Menjadi penikmat seni yang baik, memberikan apresiasi kepada para pelaku seni, hingga mendukung kegiatan kebudayaan juga merupakan bentuk kontribusi yang sangat berarti. Dengan dukungan berbagai pihak, seni tabuh diyakini akan terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman, sekaligus menjadi warisan budaya yang dapat dibanggakan oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....