PLTGU Pemaron Diminta Tetap Beroperasi Demi Stabilitas Energi Bali

  • 13 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinamika terkait keluhan kebisingan dari salah satu mesin di PLTGU Pemaron mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di tengah adanya aspirasi masyarakat yang terdampak, keberlangsungan operasional pembangkit listrik tersebut dinilai tetap harus dijaga mengingat perannya yang strategis dalam menjaga pasokan listrik di Bali.

Hal itu disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Nusantara (Genus) usai bertemu dengan pimpinan DPRD Buleleng, Senin 8 Juni 2026. Ketua Badan Eksekutif LSM Genus Anthonius Sanjaya Kiabeni menegaskan bahwa PLTGU Pemaron merupakan salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang memiliki fungsi penting dalam mendukung ketahanan energi di Pulau Dewata.

Menurut Anthonius, persoalan yang dikeluhkan masyarakat memang perlu mendapat perhatian serius. Namun, di sisi lain, kebutuhan listrik masyarakat Bali juga harus menjadi pertimbangan bersama agar pelayanan energi tetap berjalan dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa Bali belum lama ini sempat mengalami pemadaman listrik massal atau blackout yang berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah. Karena itu, upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dinilai menjadi hal yang sangat penting.

“Pemerintah saat ini sedang berupaya memperkuat ketahanan energi dan mendorong kemandirian listrik Bali agar peristiwa padam total tidak kembali terulang. Karena itu, keberadaan pembangkit listrik menjadi sangat penting,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun LSM Genus, kapasitas pembangkit listrik di Bali saat ini mencapai sekitar 1.249 megawatt, sedangkan beban puncak tertinggi tercatat sekitar 1.238 megawatt. Selisih kapasitas yang relatif tipis tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan listrik apabila salah satu pembangkit mengalami gangguan.

Terkait keluhan kebisingan yang muncul dari operasional PLTGU Pemaron, Anthonius menyebut sejumlah solusi telah ditawarkan kepada warga yang terdampak. Beberapa di antaranya berupa bantuan sosial hingga penyediaan rumah sewa sementara selama proses penanganan gangguan pada mesin berlangsung.

“Persoalan mesin yang menimbulkan kebisingan bersifat sementara dan tidak permanen. Karena itu berbagai solusi yang telah ditawarkan kepada masyarakat patut dipertimbangkan bersama,” katanya.

Anthonius menegaskan bahwa seluruh pihak diharapkan dapat mendukung operasional PLTGU Pemaron demi menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali. Menurutnya, keberadaan pembangkit tersebut memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi persoalan yang berkembang secara bijaksana. Selain memperjuangkan hak masyarakat yang terdampak, kepentingan yang lebih luas terkait kebutuhan listrik masyarakat Bali juga perlu menjadi perhatian bersama.

“Hak dan kewajiban masyarakat harus tetap diperjuangkan, namun juga perlu mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas, termasuk hak masyarakat Bali dalam memperoleh pasokan listrik yang andal,” ucapnya.

LSM Genus berharap penyelesaian persoalan yang muncul dapat dilakukan melalui komunikasi dan solusi yang mengakomodasi seluruh kepentingan. Dengan demikian, keandalan pasokan listrik di Bali tetap terjaga tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat yang terdampak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....