Investor Pemula Diminta Kendalikan Emosi saat Hadapi Gejolak Rupiah
- 12 Jun 2026 17:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Gejolak nilai tukar rupiah dan kondisi pasar modal yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi para investor, khususnya investor pemula. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan mengendalikan emosi dinilai lebih penting dibanding mengambil keputusan secara tergesa-gesa.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja, Dr. Gde Agung Satria, M.M., mengatakan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi saat ini turut memengaruhi pergerakan pasar saham. Salah satu penyebabnya adalah keluarnya dana investor asing dari pasar modal Indonesia yang memicu tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Beberapa hari terakhir IHSG memang berada dalam tren melemah karena banyak investor luar negeri menarik dananya dari pasar modal Indonesia,” katanya.
Meski demikian, Agung menilai kondisi tersebut tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan. Ia menjelaskan bahwa keputusan investasi harus disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor.
Menurutnya, investor jangka panjang cenderung fokus pada fundamental perusahaan, sedangkan trader lebih memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka pendek.
Agung juga mengingatkan bahwa kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor pemula adalah mengambil keputusan berdasarkan emosi.
“Investor pemula biasanya kelemahan utamanya ada pada aspek emosional. Ketika terjadi gejolak ekonomi atau pasar sedang turun, mereka sering panik dan mengambil keputusan yang tidak rasional,” ujarnya.
Selain saham, ia menyebut emas masih menjadi salah satu instrumen yang banyak dipilih sebagai aset lindung nilai atau safe haven saat kondisi ekonomi bergejolak. Namun, ia menegaskan bahwa pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan karakter dan kemampuan masing-masing investor.
“Yang paling penting sebelum berinvestasi adalah mengenali instrumen investasi dan memahami profil risiko diri sendiri,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar terlebih dahulu memastikan kebutuhan pokok dan dana darurat telah terpenuhi sebelum mulai berinvestasi, sehingga keputusan keuangan dapat dilakukan secara lebih aman dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....