Rupiah Melemah, Masyarakat Diminta Bijak Kelola Keuangan dan Tidak Panik
- 12 Jun 2026 17:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini memunculkan berbagai kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, masyarakat diminta untuk tidak panik dan lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja, Dr. Gde Agung Satria, M.M., menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terjadi ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar menurun akibat meningkatnya permintaan dolar dibandingkan rupiah.
| Baca juga: Ratusan CPNS Buleleng Resmi Menjadi PNS |
“Ketika permintaan dolar lebih tinggi daripada permintaan rupiah, maka nilai rupiah akan melemah. Salah satu faktor yang terjadi saat ini adalah adanya investor asing yang menarik investasinya dari Indonesia sehingga permintaan dolar meningkat,” ucapnya.
Menurutnya, pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan. Komoditas yang masih bergantung pada bahan baku impor seperti kedelai dan gandum berpotensi mengalami kenaikan harga karena transaksi pembeliannya menggunakan dolar.
Meski demikian, Agung menegaskan bahwa tidak semua pihak dirugikan. Eksportir dan pekerja Indonesia yang menerima penghasilan dalam mata uang asing justru memperoleh keuntungan dari kondisi tersebut.
Terkait langkah yang perlu dilakukan masyarakat, ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan serta mengatur prioritas pengeluaran.
“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah meningkatkan pemahaman tentang ekonomi dan keuangan, mengurangi konsumsi yang tidak penting, serta mulai memikirkan investasi dan upaya meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah merupakan fenomena ekonomi yang dapat terjadi berulang kali, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk menjaga kondisi keuangan keluarga tetap sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....