Danrem 163/Wira Satya Targetkan Danau Buyan Bersih dalam 2 Bulan

  • 12 Jun 2026 08:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penyelamatan ekosistem Danau Buyan mulai dilakukan melalui kegiatan pembersihan dan normalisasi yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan yang dimulai pada 9 Juni 2026 tersebut diprakarsai Korem 163/Wira Satya bersama pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi penyebaran enceng gondok dan gulma yang semakin mengganggu kondisi danau.

Komandan Korem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, mengatakan kondisi Danau Buyan saat ini memerlukan penanganan serius. Dari total luas sekitar 200 hektare, sebanyak 8 hektare di antaranya telah tertutup enceng gondok dan gulma yang berpotensi mengganggu fungsi danau sebagai kawasan konservasi sekaligus sumber daya air bagi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya program pembersihan dan normalisasi secara terpadu.

“Danau Buyan saat ini sudah ditutupi enceng gondok dan gulma seluas sekitar 8 hektare dari total 200 hektare yang ada. Karena itu kami mengambil keputusan untuk melakukan pembersihan dan normalisasi Danau Buyan agar kondisinya kembali normal seperti sedia kala,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses normalisasi dimulai pada 9 Juni dengan target penyelesaian sekitar dua bulan. Menurutnya, percepatan pekerjaan sangat mungkin dilakukan apabila seluruh pihak terus bersinergi dan dukungan sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Danrem berharap kondisi Danau Buyan dapat segera pulih sehingga manfaat ekologis dan ekonominya kembali dirasakan masyarakat.

“Kami menargetkan pekerjaan ini selesai dalam waktu kurang lebih dua bulan. Kalau bisa lebih cepat tentu akan lebih baik. Dukungan dari pemerintah daerah, BWS, BKSDA serta bantuan dua unit ponton dan satu kompayar akan mempercepat proses normalisasi dan pembersihan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, konservasi keanekaragaman hayati tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan pembersihan Danau Buyan menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

“Kami dari BKSDA bersama BBS Bali-Penida berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bali dalam menjaga alamnya. Ketika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita. Konservasi keanekaragaman hayati ke depan harus menjadi agenda bersama dan agenda gotong royong yang akan memberikan kebaikan bagi kita semua,” ucapnya.

Dukungan serupa disampaikan Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro. Ia mengapresiasi inisiatif Korem 163/Wira Satya yang mampu menggerakkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama melakukan pemeliharaan Danau Buyan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pembersihan dan normalisasi Danau Buyan yang diinisiasi Korem 163/Wira Satya bersama pemerintah daerah, BKSDA, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan kolaborasi ini proses pemeliharaan danau akan lebih cepat karena menjaga sumber daya air bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas kita semua,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, setelah proses pembersihan selesai, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga kelestarian Danau Buyan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia menilai danau yang terawat akan membantu meminimalkan risiko banjir yang sebelumnya pernah terjadi di kawasan sekitar. Selain itu, keberlanjutan fungsi ekologis Danau Buyan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....