SMKN 3 Singaraja Bawa Nama Buleleng di Junior Sentinel Challenge

  • 09 Jun 2026 20:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - SMKN 3 Singaraja dipercaya mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang Junior Sentinel Challenge (JSC) 2026. Kompetisi keamanan informasi dan keamanan siber bagi pelajar SMK ini digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali bersama Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Bali.

Babak penyisihan JSC 2026 untuk Kabupaten Buleleng berlangsung di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Selasa 9 Juni 2026. Buleleng menjadi daerah terakhir yang menggelar babak penyisihan setelah kegiatan serupa dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali sejak 5 Mei 2026.

Pelaksanaan kompetisi ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa SMK diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji kompetensi mereka di bidang keamanan siber.

Mewakili Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Sandiman Ahli Madya Dinas Kominfos Provinsi Bali, I Made Widiartha, S.T., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng yang telah mendukung pelaksanaan babak penyisihan sebagai tuan rumah. Ia menjelaskan, JSC tahun ini menghadirkan sejumlah perubahan dibanding pelaksanaan sebelumnya, termasuk penerapan sistem kompetisi berbasis tim.

“Melalui mekanisme ini, proses penjaringan peserta dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di seluruh Bali untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan di bidang keamanan informasi. Tim dengan perolehan nilai tertinggi akan mewakili daerah masing-masing pada babak final tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Denpasar pada Juli mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, Junior Sentinel Challenge merupakan salah satu langkah Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas generasi muda di bidang keamanan siber dan literasi digital. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami pentingnya keamanan informasi dinilai semakin penting seiring perkembangan layanan digital, sektor pariwisata, perdagangan, hingga pemerintahan berbasis elektronik di Bali.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keamanan siber, membangun pola pikir kritis terhadap berbagai ancaman digital, serta menjadi bagian dari human firewall yang kuat di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Komang Ery Marta Pariata, S.T., mengatakan perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai ancaman keamanan siber, mulai dari peretasan, penyebaran malware hingga penyalahgunaan teknologi digital.

Menurutnya, Junior Sentinel Challenge menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi keamanan informasi di kalangan generasi muda. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta membangun semangat kolaborasi dan inovasi di bidang teknologi informasi.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi siswa SMK, khususnya SMKN 3 Singaraja yang mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang ini. Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi talenta digital yang mampu berkontribusi menjaga ruang digital yang aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Keikutsertaan SMKN 3 Singaraja dalam Junior Sentinel Challenge 2026 menjadi kesempatan bagi pelajar Buleleng untuk menunjukkan kemampuan di tingkat provinsi. Diharapkan, tim yang mewakili daerah ini mampu tampil maksimal dan membawa nama Kabupaten Buleleng pada babak final tingkat Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung di Denpasar pada Juli 2026 mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....