Undiksha Dorong Digitalisasi Wayang Kamasan untuk Perluas Pasar

  • 09 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Klungkung – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mendorong transformasi ekonomi pengrajin Wayang Kamasan melalui inovasi produk dan pemasaran digital berbasis komunitas. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar kelompok pengrajin Wayang Kamasan “Rama-Sintha” di Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya Bali.

Program bertajuk Akselerasi Transformasi Ekonomi Pengrajin Wayang Kamasan melalui Inovasi Produk dan Pemasaran Digital Berbasis Komunitas resmi dimulai melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pada 7 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Pemerintah Desa Kamasan, pengurus kelompok pengrajin, serta masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, tim pengabdian Undiksha juga menyerahkan bantuan satu unit laptop sebagai sarana pendukung produksi dan pemasaran digital bagi kelompok pengrajin.

Ketua kegiatan, Prof. Dr. I Wayan Suastra, menjelaskan program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut difokuskan pada pengembangan produk inovatif, penguatan identitas merek, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Wayang Kamasan memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Tantangannya adalah bagaimana menjaga warisan budaya ini tetap lestari sekaligus mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pengrajin,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, para peserta mendapatkan pelatihan pengembangan produk berbasis seni Wayang Kamasan. Karya yang selama ini identik dengan lukisan tradisional mulai dikembangkan ke berbagai produk fungsional seperti sokasi, tumbler, kipas, tas, tempat bunga sembahyang, hingga tempat tisu.

Diversifikasi produk tersebut diharapkan mampu memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah karya para pengrajin tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada Wayang Kamasan.

Selain inovasi produk, para pengrajin juga memperoleh pendampingan pemasaran digital agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan dan menjual produk ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sekretaris Desa Kamasan, Kadek Martana, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Undiksha menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan Wayang Kamasan di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Undiksha kepada para pengrajin Wayang Kamasan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya nyata menjaga warisan budaya Desa Kamasan,” katanya.

Program ini juga membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda dalam pengembangan usaha kreatif berbasis budaya. Melalui kolaborasi antara pengrajin senior dan generasi muda, diharapkan regenerasi pelaku seni Wayang Kamasan dapat terus berlangsung sehingga warisan budaya Bali tersebut tetap lestari sekaligus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....