RRI Singaraja Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial Demi Jaga Persatuan

  • 08 Jun 2026 13:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial tidak lagi sekadar ruang berinteraksi, tetapi juga menjadi arena yang dapat memperkuat maupun mengancam persatuan bangsa. Kondisi ini mendorong RRI Singaraja menggelar talkshow bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Menjadi Anak Muda yang Menjaga Persatuan” di SMAN 3 Singaraja pada Senin 8 Juni 2026.

Talkshow bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Menjadi Anak Muda yang Menjaga Persatuan” di SMAN 3 Singaraja pada Senin 8 Juni 2026. (Foto: RRI/Riska Desiandra).

Kepala SMAN 3 Singaraja, I Putu Eka Wilantara, menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan memilah kebenaran informasi agar tidak mudah terjebak hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Media sosial memiliki dampak yang sangat besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat agar siswa mampu membedakan informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dapat merusak persatuan,” ujar Eka Wilantara.

Ia menjelaskan, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter kebangsaan. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman harus terus ditanamkan sehingga generasi muda mampu menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital.

Sementara itu, Pemuda Pelopor Buleleng, I Gede Sakha Ari Wibawa, menilai media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan inspirasi dan semangat kebangsaan apabila dimanfaatkan secara positif. Namun, tanpa kesadaran dan etika digital yang baik, media sosial justru dapat menjadi sarana penyebaran hoaks, perundungan siber, hingga polarisasi yang mengancam keharmonisan sosial.

“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi. Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, membangun dialog yang sehat, dan memperkuat persatuan. Jangan menjadi penyebar hoaks atau konten yang memicu konflik di tengah masyarakat,” kata Sakha Ari Wibawa.

Melalui kegiatan ini, RRI Singaraja bersama SMAN 3 Singaraja mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Di era digital yang penuh disrupsi informasi, kemampuan menjaga etika bermedia dan semangat persatuan menjadi modal penting agar generasi muda tetap mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....