Menjaga Warisan Luhur Endek Sutra Mastuli dan Jumputan Kalianget
- 08 Jun 2026 07:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Di Buleleng, Bali, tepatnya di kawasan Kalianget, kerajinan kain Sutra Mastuli dan Jumputan menjadi salah satu warisan wastra yang sangat diminati karena keindahan dan nilai eksklusivitasnya.
Namun, di balik keindahannya, kain-kain ini memerlukan perlakuan khusus, mulai dari proses pembuatan yang memakan waktu berbulan-bulan hingga cara perawatan yang tidak boleh sembarangan agar kualitas sutranya tetap terjaga sepanjang masa.
Membuat kain Sutra Mastuli dan Jumputan adalah ujian kesabaran bagi para perajin di Kalianget. Keunikan motif dan kerumitan teknik proses produksinya membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Hal itu diakui oleh Ni Made Juli Astami, pemilik usaha July Kebaya sekaligus pelaku UMKM lokal asal Buleleng yang memproduksi kebaya, kain tenun endek, dan kerajinan kulit.
Saat kegiatan Pasar Rakyat di lapangan Ngurah Rai Singaraja, beberapa waktu lalu, Juli mengatakan bahwa untuk menyelesaikan satu lembar kain Jumputan, perajin membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan. Sedangkan Proses produksi Endek Mastuli jauh lebih menantang tergantung pada kerumitan motif dasarnya. Selembar kain Sutra Mastuli baru bisa rampung dalam waktu 3 hingga 6 bulan.
Waktu yang lama ini sebanding dengan hasil akhir kain yang tampak mewah, bertekstur khas, dan memiliki nilai seni tinggi.
Mengingat bahan Sutra Mastuli Kalianget diproduksi secara tradisional dengan benang sutra pilihan, perawatannya pun perlu dipehatikan. Karakteristik sutra yang sensitif membuat kain ini tidak boleh menyentuh bahan kimia keras seperti deterjen bubuk atau cair.
"Kalau Sutra Mastuli itu sebaiknya tidak dicuci, enggak boleh pakai deterjen. Boleh dicelup air sama pewangi, diangin-anginkan, disetrika, dan tidak boleh direndam lama,” ujar Juli
Menurutnya, bahan kimia pada deterjen biasa dapat mengikis kilau alami sutra. Jika ingin menyegarkan kain, cukup celupkan sebentar ke dalam air yang telah diberi sedikit pewangi pakaian atau sabun khusus sutra (lerak). Selain itu merendam sutra terlalu lama dapat melemahkan serat benangnya. Jangan menjemur di bawah paparan sinar matahari langsung. Cukup diangin-anginkan di tempat yang teduh. Saat nyetrika, gunakan pengaturan suhu rendah (silk setting) agar kain tetap rapi tanpa merusak tekstur cantiknya.
Dengan perawatan yang tepat, kain Sutra Mastuli dan Jumputan khas Kalianget ini tidak hanya menjadi pakaian yang memukau saat dikenakan, tetapi juga investasi budaya yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....