Canang Simbol Pemujaan Tri Murti dan Ketulusan Hati

  • 08 Jun 2026 07:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Canang merupakan sarana upakara paling mendasar dalam setiap ritual upacara Yadnya umat Hindu di Bali. D balik anyaman janurnya yang tampak sederhana, sesajen ini menyimpan teologi mendalam mengenai pemujaan Tuhan dan ketulusan hati.

Cendekiawan Hindu, I Ketut Wiana, dalam bukunya Makna Upacara Yajña dalam Agama Hindu menjelaskan bahwa kata Canang secara etimologis berarti Sirih. Dalam tradisi Jawa Kuno, sirih adalah lambang penghormatan wajib kepada tamu agung. Tradisi inilah yang diadaptasi oleh umat Hindu sebagai wujud penghormatan dan penyerahan diri yang tulus kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).

Menurut I Ketut Wiana dalam tulisan tersebut mengatakan bahwa komponen paling sakral dari canang terletak pada Porosan. Terdiri dari kombinasi sirih, pinang, dan kapur, porosan merupakan simbol pemujaan kepada tiga manifestasi utama Tuhan (Tri Murti):

Daun Sirih: Lambang pemujaan Dewa Wisnu dalam fungsinya sebagai Maha Pemelihara alam semesta.

Buah Pinang: Lambang pemujaan Dewa Brahma sebagai pencipta yang memotivasi umat untuk senantiasa berkarya positif.

Kapur (Putih): Lambang pemujaan Dewa Iswara (Siwa) selaku Pemralina atau pelebur.

Ketiga unsur ini menegaskan bahwa dinamika kehidupan, penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan, harus berjalan secara serasi, wajar, dan terus menerus di bawah bimbingan-Nya.

Selain porosan sebagai inti, canang dilengkapi dengan komponen lain yang sarat makna. Penggunaan plawa (dedaunan) melambangkan pengembangan pikiran yang hening, jernih, dan suci. Sementara itu, susunan bunga melambangkan ketulusan dan keikhlasan umat dalam ber-yadnya.

Kehadiran sampian yang dihias dengan teknik reringgitan dan tatuwasan juga membawa pesan moral tersendiri. Seni mengukir janur ini mencerminkan ketekunan, kesucian, dan keindahan. Hal tersebut menegaskan bahwa persembahan kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang diraih secara instan, melainkan menuntut konsentrasi, pengorbanan waktu, dan ketulusan hati yang sungguh-sungguh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....