UHN Denpasar Gandeng KPID Bali Bangun Budaya Digital yang Sehat

  • 07 Jun 2026 10:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar berkolaborasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Literasi Digital dan Edukasi Perilaku Penyiaran untuk Masyarakat Denpasar Cerdas. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor KPID Provinsi Bali, Sabtu 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan regulator penyiaran dan akademisi. Hadir Ketua KPID Bali, I Gede Agus Astapa, Wakil Ketua KPID Bali, Endi Kusmadheni, serta Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa, I Dewa Ayu Hendrawathy Putri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital dan perilaku penyiaran yang sehat di tengah derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat saat ini dinilai tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen konten melalui berbagai platform media sosial.

Ketua KPID Bali, I Gede Agus Astapa, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital. Menurutnya, pengawasan terhadap konten tidak dapat dilakukan oleh regulator semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Saat ini, masyarakat bukan sekadar penonton, tetapi sudah menjadi produsen konten di media sosial. Oleh karena itu, edukasi perilaku penyiaran yang sehat mutlak diperlukan agar masyarakat tidak hanya cerdas mengonsumsi informasi, tetapi juga bertanggung jawab saat memproduksinya. KPID tidak bisa berjalan sendiri dalam mengawasi ruang digital yang maha luas ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kaprodi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, mengatakan literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang diterima.

“Literasi digital bukan sekadar mahir menggunakan perangkat teknologi, melainkan bagaimana kita memiliki kecerdasan dalam membedakan mana konten yang bermanfaat dan mana konten yang merusak. Melalui edukasi bersama KPID Bali ini, kami berharap masyarakat semakin kritis terhadap isi siaran dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Melalui kegiatan kolaboratif tersebut, pihaknya berharap tercipta masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media digital. Edukasi yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga memperkuat ketahanan informasi di tingkat akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....