PLN Singaraja Edukasi Pekerja Konstruksi Cegah Kecelakaan Listrik
- 07 Jun 2026 09:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Singaraja meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan gangguan pasokan listrik melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada para pekerja konstruksi di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat 5 Juni 2026 di lokasi pembangunan sebuah toko swalayan yang sedang memasuki tahapan pekerjaan pemasangan atap.
Tahapan tersebut dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi karena penggunaan material konstruksi berukuran panjang serta peralatan kerja yang berpotensi mendekati jaringan listrik. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan sistem kelistrikan maupun membahayakan keselamatan pekerja apabila tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
PLN mencatat aktivitas konstruksi di sekitar jaringan listrik masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik dan kecelakaan kerja. Karena itu, perusahaan terus melakukan langkah pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha yang melakukan pembangunan di dekat jaringan listrik.
Team Leader Keselamatan Kerja dan Lingkungan PLN ULP Singaraja, Bagus Raka Dirgayusa, mengatakan pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan perlu dimiliki seluruh pekerja konstruksi, terutama pada pekerjaan yang dilakukan di sekitar jaringan listrik. Menurutnya, kesadaran terhadap potensi bahaya menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
"Pada tahap pemasangan rangka maupun atap, pekerja umumnya menggunakan material dengan dimensi yang cukup panjang dan berpotensi mendekati jaringan listrik. Karena itu, penting bagi seluruh pekerja untuk memahami risiko yang ada serta memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan ruang aman jaringan listrik," ujarnya.
Selain memberikan edukasi kepada pekerja, PLN juga mengingatkan pentingnya pengawasan dari mandor maupun penanggung jawab proyek. Pengawasan tersebut diperlukan agar seluruh aktivitas konstruksi dapat berjalan sesuai prosedur keselamatan kerja dan tidak menimbulkan risiko bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Mandor pelaksana pekerjaan, Made Roy, menyambut baik sosialisasi yang dilakukan PLN. Ia menilai edukasi tersebut memberikan tambahan pemahaman kepada para pekerja terkait potensi bahaya yang dapat muncul saat melakukan pekerjaan di sekitar jaringan listrik.
"Kami menjadi lebih memahami potensi bahaya yang dapat terjadi apabila pekerjaan dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik. Informasi ini akan kami sampaikan kepada seluruh pekerja agar pekerjaan dapat berjalan aman dan tidak menimbulkan risiko bagi pekerja maupun lingkungan sekitar," katanya.
Secara terpisah, Manager PT PLN (Persero) ULP Singaraja, Mikhael Vidi Santoso, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif masyarakat, pelaku usaha, serta penyedia jasa konstruksi. Menurutnya, koordinasi sejak tahap perencanaan pembangunan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik.
"Gangguan jaringan maupun kecelakaan kerja akibat aktivitas konstruksi sebenarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak memahami dan menjaga ruang aman jaringan listrik. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berkoordinasi dengan PLN apabila terdapat pekerjaan pembangunan yang dilakukan di sekitar jaringan listrik," ucapnya.
Ia menambahkan, komunikasi sejak awal pelaksanaan pembangunan dapat membantu meminimalkan potensi gangguan terhadap sistem kelistrikan yang melayani masyarakat. PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan listrik serta tidak menempatkan material konstruksi di bawah jaringan listrik.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan ketenagalistrikan semakin meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....