Bupati Sutjidra Serukan Pertobatan Lingkungan pada Hari Lingkungan Sedunia
- 06 Jun 2026 22:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Peringatan Hari Peduli Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Buleleng menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam. Mengusung tema "Saatnya Bekerja Untuk Iklim", kegiatan yang dipusatkan di Danau Tamblingan, Desa Munduk, Sabtu 6 Juni 2026, diisi dengan ajakan untuk melakukan tindakan nyata dari lingkungan terkecil.
Dalam apel peringatan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh masyarakat melakukan "Pertobatan Lingkungan". Seruan itu disampaikan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang semakin memerlukan perhatian bersama akibat berbagai dampak kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun.
Menurutnya, gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga. Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama diyakini mampu mendorong perubahan yang lebih besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa mendatang.
"Mari kita selalu peduli terhadap lingkungan masing-masing. Langkah pertama yang sangat krusial adalah dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga, serta menekan segala aktivitas yang memicu pencemaran air dan udara," ujarnya.
Bupati Sutjidra menjelaskan, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama agar gerakan menjaga alam dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mengintegrasikan program pelestarian ini ke dalam kebijakan daerah. Seperti yang sebelumnya telah dilakukan, aksi kebersihan massal secara berkala, gerakan penanaman pohon secara masif dan revitalisasi kawasan kumuh dengan meperbaiki ruang terbuka publik yang tidak layak huni dan kumuh agar kembali asri dan sehat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi lingkungan saat ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera mengambil langkah nyata. Menurutnya, apabila upaya menjaga alam tidak dimulai dari sekarang, maka dampak kerusakan yang terjadi akan menjadi beban bagi generasi mendatang.
Selain pelaksanaan apel, peringatan Hari Peduli Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Buleleng juga dirangkaikan dengan penanaman sejumlah pohon. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan bibit pohon kepada Perbekel Munduk serta penyerahan simbolis foto Jalak Bali untuk program pelestarian satwa langka "Separuh Hati Untuk Bali".
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Gerakan pelestarian alam diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga bagi generasi sekarang maupun masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....