Cegah Salah Sasaran, Buleleng Uji Coba Sistem Bansos Digital di Penarukan

  • 04 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong, Kecamatan Buleleng, ditetapkan sebagai percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui Portal Pelayanan Sosial (Perlinsos). Program yang diinisiasi pemerintah pusat ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran dan transparansi penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Uji coba dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Penarukan, Kamis 4 Juni 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali. Kegiatan diawali dengan sosialisasi penggunaan aplikasi yang dikembangkan Kementerian PPN/Bappenas.

Perencana Ahli Pertama Kementerian PPN/Bappenas, Arrie Wibowo, mengatakan Portal Perlinsos dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam penyaluran bantuan sosial, terutama terkait ketepatan sasaran dan persepsi masyarakat terhadap proses penentuan penerima bantuan.

“Portal Perlinsos menerapkan skema on demand. Siapa pun boleh mengajukan, tetapi sistem akan menyeleksi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta kriteria yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, sistem tersebut juga dilengkapi fitur sanggah bagi masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai. Dengan demikian, proses pemutakhiran data dapat berjalan lebih akurat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong dipilih karena memiliki jumlah penerima bantuan yang cukup besar serta cakupan wilayah yang luas.

“Kelurahan Penarukan dan Desa Poh Bergong kami pilih untuk dipercepat prosesnya dalam satu kecamatan terlebih dahulu sehingga dapat menjadi percontohan atau pilot project,” katanya.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Buleleng terdapat 351.343 jiwa atau sekitar 10.498 kepala keluarga yang masuk dalam kelompok desil satu hingga lima berdasarkan DTSEN dan menjadi sasaran program perlindungan sosial.

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengatakan jumlah penerima bantuan sosial di wilayahnya mencapai 414 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terdiri dari 147 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 267 penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dalam pelaksanaan uji coba, sebanyak 100 KPM dan 10 agen pendamping dilibatkan secara langsung. Sementara penerima lainnya akan dilayani melalui loket khusus di kantor kelurahan maupun melalui pendampingan langsung ke rumah-rumah warga.

Hingga akhir kegiatan, sebanyak 94 dari 100 KPM yang hadir berhasil terdaftar ke dalam Portal Perlinsos. Pemerintah berharap digitalisasi bantuan sosial ini dapat segera diterapkan lebih luas dan menjadi model penyaluran bansos yang lebih efektif di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....