Satpol PP Buleleng Luncurkan SABA POL PP, Ubah Citra Jadi Humanis

  • 04 Jun 2026 08:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan inovasi baru bertajuk SABA POL PP (Satu Hari Bersama Satpol PP) sebagai upaya mendekatkan institusi penegak peraturan daerah dengan masyarakat. Program tersebut diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 dan menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, humanis, dan partisipatif antara petugas dengan warga.

Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk merasakan secara langsung aktivitas dan dinamika tugas Satpol PP di lapangan. Peserta akan diajak memahami berbagai fungsi Satpol PP, mulai dari menjaga ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah, hingga melakukan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan muncul pemahaman yang lebih utuh mengenai peran Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjawab tantangan komunikasi publik yang selama ini masih dihadapkan pada berbagai stigma negatif terhadap Satpol PP. Menurutnya, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP sebagai aparat yang identik dengan tindakan represif dan konfrontatif.

“Masih ada pandangan bahwa Satpol PP adalah aparat yang kaku, galak, dan hanya hadir untuk melakukan penertiban. Melalui program SABA POL PP, kami ingin membuka ruang interaksi yang lebih dekat agar masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana tugas dan fungsi Satpol PP dijalankan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif,” ujarnya pada Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan tugas kelembagaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat secara sukarela. Pendekatan yang digunakan menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan ketertiban umum dan ketenteraman lingkungan. Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan tidak lagi didorong oleh rasa takut terhadap sanksi semata.

“Melalui pengalaman langsung dalam program SABA POL PP ini, kami berharap kepatuhan hukum masyarakat tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab bersama. Kepatuhan yang lahir karena pemahaman akan jauh lebih kuat dibandingkan kepatuhan yang muncul karena rasa takut terhadap hukuman,” katanya.

Peluncuran program tersebut sengaja dilaksanakan pada momentum Bulan Bung Karno karena dinilai sejalan dengan nilai-nilai Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berkepribadian dalam kebudayaan. Satpol PP Buleleng ingin mengimplementasikan semangat nasionalisme, gotong royong, dan kemanusiaan dalam pola penegakan peraturan daerah. Pendekatan tersebut diyakini mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban wilayah.

Program SABA POL PP menyasar berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga pelajar dan mahasiswa. Melalui keterlibatan berbagai kelompok tersebut, Satpol PP berharap tercipta pemahaman yang merata mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menaati aturan yang berlaku.

Komang Kappa Tri Aryandono menegaskan bahwa ketertiban dan ketenteraman daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh petugas di lapangan. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib. “Kami ingin mengubah pendekatan dari yang sebelumnya berbasis kewenangan menjadi berbasis hubungan dan kolaborasi. Ketertiban yang berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila masyarakat merasa menjadi bagian dari upaya menjaga daerahnya sendiri,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....