Fesona Seririt 2026 Dibuka, 425 Penari Tampil Memukau Masyarakat
- 04 Jun 2026 08:39 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 425 penari memukau ribuan masyarakat saat pembukaan Perayaan Budaya, Seni, dan Ornamen Khas Kecamatan Seririt (Fesona Seririt) 2026 di Lapangan Umum Seririt, Rabu 3 Juni 2026. Festival yang mengusung tema “Abhinaya Kumala” atau ekspresi keindahan tersebut resmi dibuka Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.
Tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari menjadi suguhan utama pada pembukaan festival. Penampilan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Seririt dalam menjaga dan melestarikan seni budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Selain pertunjukan tari, Fesona Seririt 2026 juga diramaikan pameran ornamen khas daerah, produk UMKM, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Fesona Seririt memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah sekaligus memperkuat identitas masyarakat Buleleng.
“Penampilan 425 penari hari ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk melestarikan budaya masih sangat kuat. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, karena budaya adalah identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurut Sutjidra, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Selain melestarikan tradisi, festival budaya juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Fesona Seririt bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi daerah, memperkuat persatuan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan sektor pariwisata,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan menjaga budaya daerah agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.
“Kalau bukan kita yang menjaga budaya daerah, lalu siapa lagi. Melalui festival ini kami berharap generasi muda semakin bangga terhadap budaya lokalnya sendiri,” ucap Sutjidra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....