Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Bencana Bersama
- 03 Jun 2026 11:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila dinilai masih sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk saat terjadi bencana. Semangat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama yang dirasakan oleh para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng ketika turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana. Dalam Obrolan SPADA di RRI Singaraja, Ayu Ramadita dan Andika Pratama mengungkapkan bahwa kebersamaan dan solidaritas menjadi kunci utama keberhasilan penanganan situasi darurat di lapangan.
Menurut Andika, gotong royong tidak hanya berarti bekerja bersama, tetapi juga menyatukan berbagai pihak dengan tujuan yang sama. Saat terjadi bencana, relawan PMI bekerja berdampingan dengan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian, evakuasi, serta memberikan bantuan kepada korban. Perbedaan profesi, usia, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membantu. “Kami datang dengan tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar Andika.
Ayu menambahkan bahwa semangat gotong royong tetap penting di era digital yang cenderung membuat banyak orang lebih individualis. Menurutnya, kegiatan kemanusiaan menjadi ruang yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang status sosial. Pengalaman saat membantu penanganan banjir di Banjar menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan kekuatan besar. Relawan, aparat, dan masyarakat saling mendukung untuk membantu korban serta memulihkan kondisi pascabencana. Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana nilai persatuan yang diajarkan Pancasila masih hidup di tengah masyarakat.
Meski demikian, para relawan juga menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur penanganan bencana. Andika menilai masih ada warga yang berkerumun di lokasi evakuasi sehingga menghambat proses penyelamatan. Karena itu, edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami peran masing-masing ketika kondisi darurat terjadi. Selain itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk menyebarkan informasi yang benar terkait kebencanaan.
Bagi generasi muda, Ayu dan Andika berharap semangat kemanusiaan tidak hanya muncul saat terjadi bencana. Kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti membantu sesama, menjaga lingkungan, hingga aktif dalam organisasi sosial. “Gotong royong itu menguatkan dan mempersatukan kita dalam membantu orang lain,” ucap Ayu. Sementara itu, Andika menegaskan bahwa setiap orang memiliki jiwa relawan dalam dirinya masing-masing. Dengan menumbuhkan kepedulian dan semangat persatuan sejak dini, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....