Relawan PMI Wujudkan Nilai Pancasila saat Bencana

  • 03 Jun 2026 08:27 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Semangat gotong royong dan kemanusiaan menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila masih hidup dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari peran para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang selalu hadir membantu warga saat terjadi bencana. Dalam Obrolan SPADA yang disiarkan RRI Singaraja pada Rabu, 3 Juni 2026, Relawan PMI Kabupaten Buleleng, Ayu Ramadita dan Andika Pratama, berbagi pengalaman mengenai bagaimana nilai persatuan, kemanusiaan, dan gotong royong diwujudkan ketika mereka bertugas di lapangan.

Andika menjelaskan bahwa peran relawan PMI jauh lebih luas daripada sekadar menyalurkan bantuan. Saat terjadi bencana, relawan terlibat dalam pertolongan pertama, mendukung operasi pencarian dan penyelamatan, hingga membantu evakuasi korban bersama tim gabungan seperti BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri. Menurutnya, nilai yang paling menonjol dalam tugas kemanusiaan adalah sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. “Dalam PMI kami tidak memandang suku, ras, agama, maupun latar belakang seseorang. Prioritas utama kami adalah korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Andika.

Pengalaman saat banjir besar di Kecamatan Banjar menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi kedua relawan tersebut. Andika mengisahkan bagaimana seluruh unsur SAR gabungan bekerja bersama tanpa membedakan asal instansi maupun latar belakang. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan korban dan membantu masyarakat terdampak. Ayu juga mengaku sangat tersentuh saat melihat proses pencarian korban yang berlangsung penuh perjuangan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa di tengah perbedaan yang ada, semangat persatuan tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Selain membantu korban, relawan PMI juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. Andika menilai masih banyak warga yang belum memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum maupun saat bencana terjadi. Ia berharap masyarakat lebih aktif mengikuti sosialisasi kebencanaan yang diselenggarakan berbagai pihak. Di sisi lain, Ayu menilai generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui semangat kepedulian sosial. “Jangan hanya menjadi generasi rebahan, tetapi jadilah generasi perubahan yang peduli terhadap sesama,” ucap Ayu.

Keduanya juga mengajak anak muda untuk tidak ragu terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Menurut mereka, modal utama menjadi relawan bukanlah pengalaman panjang, melainkan niat dan kepedulian terhadap orang lain. Gotong royong dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu lingkungan sekitar atau menyebarkan informasi kebencanaan yang bermanfaat melalui media sosial. “Pancasila bukan hanya teks yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu sesama,” kata Andika. Melalui semangat kemanusiaan dan persatuan yang terus dijaga, para relawan PMI membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....