Media Sosial Bisa Jadi Sahabat atau Musuh
- 03 Jun 2026 07:09 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kehadirannya memberikan berbagai kemudahan, mulai dari berkomunikasi hingga memperoleh informasi dalam waktu singkat. Namun, penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri karena tidak semua konten yang beredar memberikan dampak positif. Dalam obrolan SPADA yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, Penyuluh Agama Hindu Ayu Winarti mengingatkan bahwa media sosial pada dasarnya bersifat netral. Manusialah yang menentukan apakah teknologi tersebut akan menjadi sarana kebaikan atau justru menimbulkan dampak negatif.
Menurut Ayu Winarti, media sosial dapat menjadi sahabat apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, membangun komunikasi yang sehat, serta menumbuhkan semangat berbagi kebaikan. Sebaliknya, media sosial bisa menjadi musuh apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang merugikan orang lain. “Teknologi itu netral, manusialah yang menentukan arah penggunaannya,” ujar Ayu Winarti. Ia menilai bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran moral agar pengguna tidak terjebak dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Fenomena penyebaran informasi yang begitu cepat sering kali membuat masyarakat terburu-buru dalam membagikan sebuah konten. Banyak pengguna media sosial yang langsung menekan tombol kirim tanpa melakukan verifikasi atau mempertimbangkan dampak yang mungkin muncul. Akibatnya, berbagai informasi yang belum tentu benar dapat tersebar luas dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan besar di era digital karena setiap individu memiliki peran sebagai penyebar informasi yang dapat memengaruhi banyak orang dalam waktu singkat.
Dalam perspektif ajaran Hindu, Ayu Winarti menjelaskan bahwa setiap tindakan akan menghasilkan akibat yang sesuai dengan perbuatannya. Konsep ini berlaku pula dalam penggunaan media sosial. “Sebelum memposting sesuatu, pikirkan terlebih dahulu apakah konten tersebut membawa manfaat atau justru menimbulkan kerugian,” kata Ayu Winarti. Dengan mempertimbangkan dampak sebelum bertindak, seseorang dapat menghindari berbagai konsekuensi negatif yang mungkin muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak. Sikap tersebut juga menjadi bentuk penerapan nilai Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan digital.
Melalui obrolan tersebut, Ayu Winarti mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran Dharma atau kebaikan. Konten edukatif, inspiratif, dan penuh empati dinilai mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan produktif. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kesadaran dan tanggung jawab setiap pengguna menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi semua orang. Dengan menggunakan media sosial secara bijak, masyarakat tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga ikut membangun budaya digital yang positif bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....