Pancasila Tetap Relevan Bagi Generasi Z Masa Kini

  • 01 Jun 2026 08:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat sering memunculkan anggapan bahwa generasi muda semakin jauh dari nilai-nilai kebangsaan. Di sisi lain, Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang kreatif, kritis, dan berani menyampaikan pendapat. Dalam obrolan SPADA Senin, 1 Juni 2026, Anggota KNPI Buleleng, Sintayani, menegaskan bahwa Pancasila masih sangat relevan bagi kehidupan generasi muda saat ini. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan, membangun relasi sosial, hingga menjaga etika dalam bermedia sosial.

Sintayani menjelaskan bahwa pemaknaan Pancasila di kalangan Generasi Z memang mengalami perubahan pendekatan dibanding generasi sebelumnya. Jika dahulu nilai-nilai kebangsaan banyak diajarkan secara formal, kini penerapannya lebih dekat dengan kehidupan sosial dan interaksi digital. “Pancasila tetap relevan dan tetap penting bagi generasi Z, hanya cara mengimplementasikannya yang berbeda,” ujar Sintayani. Ia mencontohkan bagaimana sikap toleransi saat berteman dengan orang yang berbeda agama, suku, maupun latar belakang merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila yang masih sangat hidup di tengah masyarakat.

Meski demikian, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah derasnya arus informasi di media sosial. Berbagai informasi yang beredar belum tentu benar dan sering kali memicu perpecahan apabila diterima tanpa proses verifikasi. Sintayani menilai kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki anak muda. Penyebaran hoaks, terutama yang berkaitan dengan isu agama dan identitas, dapat mengancam persatuan jika tidak disikapi secara bijak. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan lebih kritis sebelum membagikan informasi kepada orang lain.

Dalam ruang digital, nilai-nilai Pancasila juga dapat diterapkan melalui cara berkomunikasi yang santun dan menghargai perbedaan pendapat. Menurut Sintayani, perdebatan merupakan hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan pemilihan kata yang tepat agar tidak menimbulkan konflik baru. “Yang penting adalah bagaimana cara kita menyampaikan pendapat sehingga tetap bisa diterima tanpa menyinggung orang lain,” ucap Sintayani. Sikap saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain menjadi salah satu bentuk pengamalan sila-sila Pancasila yang sangat relevan di era media sosial.

Lebih lanjut, Sintayani mengajak generasi muda untuk tidak menganggap Pancasila sebagai sekadar hafalan atau materi pelajaran sekolah. Pancasila merupakan pedoman hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan. Dengan menggunakan teknologi secara bijak, menyebarkan informasi yang valid, serta menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, generasi muda dapat menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam mengamalkan Pancasila di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....