Dokar Gilimanuk Lenyap Ditelan Zaman

  • 30 Mei 2026 11:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kelurahan Gilimanuk yang merupakan wilayah paling ujung Barat Kabupaten Jembrana sejak berkembangnya kawasan Pelabuhan tahun 1970-an memiliki riwayat transportasi mengikuti perkembangan jaman. Salah satu yang saat ini sudah lenyap adalah Dokar. Transportasi umum menggunakan kuda ini di era 1980-an sempat menjadi transportasi utama bagi warga yang masuk ke Bali.

Trayek Terminal Gilimanuk lama (saat ini menjadi Anjungan Betutu Gilimanuk-red) hingga ke Pelabuhan sekitar 1 kilometer menjadi lahan jasa antar bagi masyarakat sekitar salah satunya menggunakan dokar. Salah seorang warga, Baehaqi, mengatakan alat transportasi dokar sempat menjadi primadona di Gilimanuk khususnya untuk transportasi dari Pelabuhan menuju Terminal Gilimanuk.

“Waktu Terminal masih di depan Pasar Gilimanuk, orang akan naik kapal maupun turun dari kapal naik dokar ke Terminal nyari bus untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar atau Singaraja. Dokar masih menjadi transportasi utama, sekarang sudah sama sekali tidak ada,” kenangnya, Sabtu 30 Mei 2026.

Saat itu juga layanan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali masih terbatas pada siang hari saja. Kendaraan bermotor masih sangat terbatas, termasuk jumlah kapal. Bahkan ada salah satu warga yang memiliki dokar hingga lebih dari 4 unit. Namun, seiring perkembangan jaman dengan mulainya kendaraan bermotor dan pemindahan lokasi Terminal di tahun 2000-an dekat dengan Pelabuhan, dokar semakin terpinggirkan. Tahun 2024 lalu masih ada sisa satu dokar dan kuda milik warga, namun saat ini sudah tidak ada.

“Sekarang sudah tidak ada sama sekali. Setelah dokar, mulai ada ojek sepeda motor. Dan berlanjut colt pickup yang pintu belakang, hingga sekarang ojek masih ada,” ujarnya.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma mengatakan perjalanan transportasi di Gilimanuk menurutnya mengikuti jaman. Dan jasa layanan transportasi dari Pelabuhan ini menjadi salah satu pendapatan warga. Yang masih ditekuni warga saat ini adalah ojek motor, termasuk mobil jemput. Saat ini warga sudah cenderung membawa kendaraan sendiri baik motor maupun mobil untuk ke Pelabuhan.

“Dulu dokar menjadi transportasi utama dari Pelabuhan ke Terminal maupun ke Cekik (pertigaan menuju Singaraja). Sekarang sudah tidak ada, karena juga penumpang sudah sangat jarang,” katanya.

Saat terminal pindah di dekat Pelabuhan, sejatinya masih ada beberapa dokar yang aktif. Namun di tahun 2026 ini sudah tidak ada lagi, terkikis jaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....