Wonder Tree Dorong Anak Tetap Kreatif dan Fokus di tengah Gempuran Dunia Digital

  • 29 Mei 2026 22:14 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan teknologi digital saat ini membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak. Sejak usia dini, banyak anak sudah mengenal gadget, media sosial, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi Stefiani, owner Wonder Tree, dalam membangun generasi masa depan di era digital.

Dalam dialog interaktif, Stefiani mengatakan bahwa dunia digital kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Bahkan, banyak anak yang sejak bayi sudah diperkenalkan dengan gadget oleh orang tuanya.

“Sekarang anak-anak lahir langsung dekat dengan teknologi. Umur satu tahun saja sudah pegang handphone untuk menonton video atau lagu,” ujarnya.

Menurut Stefiani, perkembangan digital sebenarnya membawa banyak manfaat jika digunakan dengan bijaksana. Salah satunya dalam dunia usaha. Ia mengaku media sosial menjadi sarana utama Wonder Tree untuk berkembang dan dikenal masyarakat luas.

“Instagram dan TikTok sekarang sangat membantu. Media sosial menjadi marketing utama Wonder Tree,” jelasnya.

Ia memanfaatkan berbagai fitur digital seperti Instagram Ads hingga bekerja sama dengan influencer lokal untuk memperkenalkan Wonder Tree kepada masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi tempat promosi, tetapi juga sarana membangun kedekatan dengan audiens.

Stefiani menilai konten edukasi lebih efektif dibandingkan konten promosi biasa. Di tengah banyaknya informasi yang muncul setiap hari, masyarakat membutuhkan konten yang memberi manfaat dan pengetahuan baru.

“Kalau hanya promosi, orang cepat bosan. Tapi kalau ada edukasi dan cerita di dalamnya, orang akan lebih tertarik dan percaya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa persaingan usaha saat ini tidak lagi hanya dalam satu daerah, tetapi sudah bersaing dengan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itu, konten yang bermakna menjadi hal penting untuk menarik perhatian masyarakat.

Selain membahas media sosial, Stefiani juga menyoroti pengaruh AI terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan alat yang perlu digunakan secara bijak.

“Teknologi dan AI bukan musuh. Tapi anak-anak harus tetap dibekali kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan memiliki empati,” ungkapnya.

Ia menambahkan, anak-anak masa kini tidak cukup hanya pandai menghafal atau menghitung. Mereka juga perlu memiliki kemampuan bersosialisasi, memahami lingkungan sekitar, dan mampu menyelesaikan masalah secara kreatif.

Meski teknologi dapat membantu anak belajar lebih cepat, Stefiani mengingatkan bahwa penggunaan gadget berlebihan juga dapat membuat anak mudah terdistraksi. Informasi yang datang terlalu cepat membuat fokus anak menjadi menurun.

Karena itu, Wonder Tree menghadirkan sensori kelas untuk membantu melatih fokus dan kemampuan anak berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

“Anak-anak belajar melalui bermain. Di sensori kelas mereka belajar fokus, sabar, dan mengenal berbagai tekstur serta lingkungan sekitar,” jelasnya.

Menurut Stefiani, banyak anak zaman sekarang kurang mendapatkan pengalaman bermain langsung di alam seperti tanah, pasir, atau rumput. Padahal pengalaman tersebut penting untuk melatih kemampuan adaptasi dan perkembangan sensorik anak.

Ia menilai pendidikan sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, fokus, dan memiliki kepedulian sosial.

Di tengah derasnya perkembangan digital, pendampingan orang tua dan lingkungan belajar yang tepat menjadi kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang cerdas dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....