BESTIE Buleleng Hadir untuk Lindungi Anak dari Kekerasan
- 29 Mei 2026 07:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Buleleng. Berbagai kasus seperti perundungan, pelecehan seksual hingga kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga menjadi perhatian pemerintah daerah. Menjawab persoalan tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng menghadirkan inovasi layanan bernama BESTIE Buleleng.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, program BESTIE dibentuk untuk membantu anak-anak korban kekerasan agar dapat kembali menjalani hidup normal seperti semula. Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban kekerasan harus tetap mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan beraktivitas tanpa terganggu trauma yang dialami. Pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas penanganan hukum, namun juga pemulihan mental dan psikologis anak.
“Yang kita inginkan adalah anak-anak kembali normal, bisa beraktivitas, pendidikannya tidak terganggu dan tumbuh sesuai sewajarnya,” ujarnya dalam dialog interaktif di RRI Singaraja baru baru ini.
Melalui BESTIE Buleleng, masyarakat juga diberikan ruang untuk melapor apabila menemukan tindakan kekerasan terhadap anak. Pihak sekolah, keluarga maupun masyarakat umum dapat meminta pendampingan berupa konseling, layanan psikolog, hingga bantuan hukum.
Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng bahkan telah menyiapkan mekanisme layanan yang mudah dijangkau. Korban ataupun masyarakat dapat langsung datang ke kantor Dinsos P3A di Jalan Petra Nomor 7 Singaraja atau menyampaikan laporan melalui layanan WhatsApp yang telah disediakan.
Privasi pelapor dijamin sepenuhnya oleh tim BESTIE. Setiap laporan akan dikaji secara khusus untuk menentukan bentuk pendampingan yang dibutuhkan, mulai dari konseling psikologis hingga langkah hukum apabila diperlukan. Selain itu, BESTIE Buleleng juga melibatkan pendekatan yang lebih ramah terhadap anak. Bagi korban yang merasa kesulitan berbicara dengan orang dewasa, telah disiapkan pendamping dari kalangan sebaya agar anak merasa lebih nyaman saat menyampaikan permasalahannya.
Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara bertahap. Tidak hanya itu, BESTIE Buleleng juga diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman serta mendukung Buleleng menjadi kabupaten layak anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....