Relawan Ambulans PMI Garda Terdepan Penyelamat Korban Bencana

  • 28 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Peran ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) tidak hanya sebatas kendaraan pengantar pasien menuju rumah sakit. Dalam obrolan SPADA belum lama ini, Relawan PMI Suasana dan Johanes menjelaskan bahwa ambulans PMI memiliki tugas penting dalam penanganan kondisi darurat, khususnya saat terjadi bencana maupun kecelakaan. Kehadiran ambulans PMI menjadi bagian vital dalam proses evakuasi korban, pemberian layanan medis di lapangan, hingga menjaga kondisi kesehatan para tim penyelamat yang bertugas di lokasi bencana. Hal tersebut menunjukkan bahwa ambulans PMI menjadi salah satu garda terdepan dalam misi kemanusiaan.

Suasana menjelaskan bahwa kru ambulans PMI bukan hanya sekadar pengemudi kendaraan, melainkan tenaga terlatih yang memiliki kompetensi medis dan kemampuan penanganan darurat. Sebelum turun ke lapangan, seluruh tim wajib melakukan briefing untuk memetakan kondisi lokasi, akses jalan, hingga pembagian tugas masing-masing anggota agar proses penanganan berjalan efektif. “Kami harus memahami kondisi medan dan situasi korban sebelum berangkat supaya penanganannya cepat dan tepat,” ujar Suasana. Ia juga menambahkan bahwa setiap kru ambulans PMI harus memiliki sertifikat kompetensi sehingga mampu bertindak profesional ketika menghadapi kondisi kritis di lapangan.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan, para relawan ambulans PMI juga menghadapi berbagai tantangan berat. Johanes mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem, medan yang sulit dijangkau, hingga kepanikan masyarakat sering kali menjadi hambatan saat proses evakuasi berlangsung. Tidak jarang relawan harus bekerja dalam situasi penuh tekanan dengan keterbatasan alat keselamatan. “Tantangan di lapangan memang berat, tetapi kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan korban,” ucap Johanes. Menurutnya, kesiapan mental dan kerja sama tim menjadi faktor penting agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan aman.

Selain menjalankan tugas kemanusiaan, PMI juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memberikan akses jalan bagi ambulans yang menggunakan sirene. Banyak masyarakat masih menganggap suara sirene sebagai tindakan ugal-ugalan di jalan raya, padahal kondisi tersebut menandakan adanya situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Relawan PMI berharap masyarakat dapat lebih sadar untuk memberi prioritas kepada ambulans demi mempercepat proses penyelamatan korban. Dalam situasi darurat, keterlambatan beberapa menit saja dapat sangat berpengaruh terhadap keselamatan seseorang.

Melalui obrolan tersebut, Suasana dan Johanes juga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan bersama PMI. Bagi mahasiswa, kesempatan bergabung dapat dilakukan melalui Korps Sukarela (KSR) di lingkungan kampus, sedangkan masyarakat umum yang berusia di atas 35 tahun juga dapat mendaftarkan diri sebagai tenaga sukarela. Mereka menegaskan bahwa membantu sesama tidak selalu harus dalam bentuk besar, tetapi dapat dimulai dari kepedulian kecil terhadap lingkungan sekitar. Untuk kebutuhan layanan darurat dan rujukan di wilayah Buleleng, masyarakat dapat menghubungi PMI Kabupaten Buleleng melalui nomor 0362-22348.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....