Generasi Muda Diajak Jaga Ekowisata Buleleng Berkelanjutan Bersama

  • 27 Mei 2026 15:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Ekowisata dinilai menjadi salah satu konsep pariwisata yang penting dikembangkan di tengah meningkatnya minat wisata alam saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Chika Cevira selaku Runner Up 3 Jegeg Buleleng 2026 saat mengisi Obrolan Spada belum lama ini. Dalam pembahasannya, ia menjelaskan ekowisata bukan hanya sekadar wisata alam untuk berlibur atau berfoto, tetapi konsep pariwisata berkelanjutan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Menurutnya, pengembangan ekowisata perlu dilakukan secara bijak agar keindahan alam tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Chika Cevira menyebut Kabupaten Buleleng memiliki banyak potensi ekowisata yang masih asri dan layak diperkenalkan kepada masyarakat luas. Beberapa destinasi yang dinilai memiliki daya tarik besar di antaranya Ekowisata Giri Kerti di Pemuteran dan kawasan Hutan Danau Tamblingan. Kedua lokasi tersebut menawarkan suasana alam yang masih alami dengan berbagai aktivitas seperti camping, tracking, hingga piknik di alam terbuka. Menurutnya, keberadaan destinasi seperti itu menjadi peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis lingkungan yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem alam. “Ekowisata bukan hanya soal menikmati alam, tetapi juga bagaimana kita ikut menjaga kelestariannya,” ujar Chika Cevira.

Ia mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan wisata alam di Buleleng. Kesadaran sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lokasi wisata, dan bijak saat berkunjung dinilai menjadi langkah awal yang sangat penting. Selain itu, media sosial juga dianggap dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan hidden gems atau destinasi tersembunyi di Buleleng kepada masyarakat luas. Namun, Chika Cevira mengingatkan promosi wisata melalui media sosial tetap harus dibarengi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar wisatawan tidak hanya datang demi membuat konten semata tanpa memperhatikan dampak terhadap alam sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Chika Cevira juga menyoroti pentingnya menjaga identitas lokal dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, filosofi Tri Hita Karana perlu menjadi landasan utama agar pengembangan wisata tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi tetap menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam. Dengan penerapan konsep tersebut, pariwisata di Buleleng diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan tanpa merusak budaya maupun ekosistem yang menjadi daya tarik utama daerah tersebut. “Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang tetap menjaga keseimbangan alam dan budaya lokal,” ucap Chika Cevira.

Ia berharap generasi muda dapat menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkenalkan potensi wisata Buleleng secara positif melalui media sosial maupun kegiatan sehari-hari. Menurutnya, wisatawan juga perlu mulai membangun kesadaran untuk benar-benar menikmati suasana alam dan menghargai kearifan lokal ketika berkunjung ke destinasi wisata. Dengan keterlibatan generasi muda dan dukungan masyarakat, Chika Cevira optimistis ekowisata di Buleleng dapat terus berkembang menjadi pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....