Hukum Karma Diyakini Mengiringi Setiap Perbuatan Manusia
- 27 Mei 2026 15:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Konsep hukum karma dinilai masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan generasi muda di tengah perkembangan zaman modern saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sri Handayani selaku Penyuluh Agama Hindu saat mengisi Obrolan Spada belum lama ini. Dalam pembahasannya, ia menjelaskan bahwa setiap tindakan manusia akan membawa hasil sesuai dengan perbuatannya masing-masing. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa khawatir ketika memilih untuk bersabar atau mengalah demi menjaga kedamaian, sebab hasil dari perbuatan baik diyakini tidak akan pernah membawa dampak negatif dalam kehidupan.
Sri Handayani mengatakan banyak anak muda saat ini sering merasa dirugikan ketika memilih diam atau tidak membalas perlakuan buruk dari orang lain. Padahal, menurutnya, kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri justru menjadi bentuk kekuatan yang penting dalam ajaran Hindu. Ia menjelaskan seseorang tidak perlu membalas perlakuan buruk dengan emosi atau kemarahan karena hukum karma akan berjalan dengan sendirinya sesuai tindakan masing-masing individu. Dengan tetap fokus melakukan hal baik, seseorang akan memperoleh hasil yang baik pula dalam kehidupannya. “Kalau kita tetap berbuat baik, hasilnya juga tidak akan pernah buruk karena karma akan bekerja sesuai perbuatan manusia,” ujar Sri Handayani.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya pengendalian emosi dalam menghadapi konflik sehari-hari. Menurutnya, banyak orang menganggap kemarahan sebagai bentuk keberanian, padahal kondisi tersebut justru menunjukkan seseorang belum mampu mengendalikan dirinya sendiri. Dalam ajaran Hindu, pengendalian terhadap ego dan amarah menjadi bagian penting dari konsep Sad Ripu atau musuh dalam diri manusia. Sri Handayani menilai orang yang mampu tetap tenang di tengah provokasi adalah sosok yang berhasil menaklukkan musuh terbesar dalam dirinya sendiri.
Selain itu, Sri Handayani menjelaskan mengalah dalam ajaran Hindu bukan berarti seseorang tidak memiliki keberanian atau pendirian. Mengalah justru dapat menjadi keputusan bijaksana apabila dilakukan untuk menjaga keharmonisan dan menghindari konflik yang tidak perlu. Namun, ia menegaskan bahwa seseorang tidak dianjurkan diam terhadap ketidakbenaran atau ketidakadilan hanya karena takut menyampaikan kebenaran. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa sikap sabar dan mengalah harus tetap dibarengi keberanian untuk membela hal yang benar. “Mengalah itu baik kalau untuk menjaga kedamaian, tetapi jangan sampai diam terhadap adharma,” ucap Sri Handayani.
Ia berharap generasi muda dapat lebih memahami makna kesabaran dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kehidupan modern yang penuh tekanan sering membuat anak muda mudah terpancing emosi dan kehilangan kesadaran dalam bertindak. Karena itu, nilai-nilai pengendalian diri dan keyakinan terhadap hukum karma dinilai penting sebagai pedoman agar generasi muda mampu menjalani kehidupan sosial dengan lebih tenang, bijaksana, dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....