Pesan Iduladha Ustaz Bathin: Jangan Tinggalkan Salat dan Orang Tua
- 27 Mei 2026 09:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Antusias pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan Umum Seririt, Rabu 27 Mei 2026, ratusan umat Muslim dari berbagai wilayah di Kecamatan Seririt memadati lokasi sejak pagi untuk menunaikan ibadah Salat Iduladha bersama. Momentum hari raya kurban itu tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan umat.
Pelaksanaan Salat Iduladha dipimpin Imam Ustaz Faishal Akbar dengan khatib Dani Khairul Bathin. Dalam khutbahnya, Ustaz Bathin mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momen introspeksi diri terhadap makna ketaatan, pengorbanan, serta pentingnya bakti kepada orang tua. Menurutnya, semangat Iduladha tidak cukup dimaknai sebatas perayaan tahunan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa kalimat takbir yang dikumandangkan pada Hari Raya Iduladha memiliki makna mendalam bagi kehidupan manusia. Takbir bukan hanya simbol kemeriahan hari raya, melainkan pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan tertinggi. Nilai tersebut, menurutnya, perlu ditanamkan agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan dunia.
“Kalimat takbir ‘Allahu Akbar’ bukan sekadar untuk memeriahkan hari raya. Itu adalah pengingat bahwa manusia adalah makhluk lemah dan hanya Allah SWT yang Maha Besar,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Ustaz Bathin juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di tengah masyarakat, yakni berkurangnya perhatian terhadap ibadah dan hubungan dengan orang tua. Kesibukan pekerjaan dan urusan dunia, menurutnya, sering kali membuat seseorang mengabaikan kewajiban yang seharusnya dijaga. Padahal, salat dan bakti kepada orang tua merupakan bagian penting dalam ajaran Islam.
Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali memahami mana yang benar dan mana yang dilarang, tetapi belum tentu konsisten dalam menjalankannya. Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat bagi setiap umat agar tidak terjebak dalam rutinitas dunia yang berlebihan. Menurutnya, menjaga hubungan dengan Allah dan orang tua harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan.
“Kita tahu meninggalkan salat itu dilarang, tetapi terkadang kita justru berani meninggalkannya. Kita juga tahu berbakti kepada orang tua adalah perintah, namun sering terlena oleh pekerjaan dan urusan dunia,” katanya.
Selain itu, Ustaz Bathin juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan tentang ketaatan dan keikhlasan menjalankan perintah Allah SWT. Kisah tersebut disebut memiliki pesan mendalam tentang pengorbanan serta pentingnya mendidik anak dengan nilai-nilai agama sejak usia dini. Pendidikan agama dinilai menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Seririt, Ainur Rofik menyampaikan antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan kurban tahun ini cukup tinggi. Tercatat jumlah hewan kurban yang dihimpun dari berbagai masjid, majelis taklim, dan organisasi keagamaan di wilayah Seririt mencapai 45 ekor sapi dan 44 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, penyalur hewan kurban terbanyak berasal dari jemaah Masjid Raya Seririt dengan 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....