Anak Muda Diajak Peduli Lingkungan lewat Cara Santai
- 26 Mei 2026 21:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Isu lingkungan dinilai perlu disampaikan dengan pendekatan yang lebih santai dan relevan agar mudah diterima generasi muda. Hal tersebut disampaikan oleh Eka Supariyanti dari Green Youth Bali saat membahas pentingnya komunikasi lingkungan yang efektif bagi anak muda. Menurutnya, selama ini isu lingkungan sering dianggap terlalu berat dan terkesan menggurui sehingga membuat sebagian orang menjadi cuek. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi sekarang, salah satunya melalui kebiasaan sederhana seperti penggunaan tumbler yang modis dan praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Eka Supariyanti menjelaskan penggunaan tumbler tidak hanya berfungsi mengurangi sampah plastik sekali pakai, tetapi juga dapat menjadi media edukasi lingkungan yang sederhana namun efektif. Dengan membawa tumbler yang memiliki desain menarik, seseorang dapat menunjukkan bahwa gaya hidup ramah lingkungan tetap bisa terlihat keren dan tidak membosankan. Selain itu, penggunaan tumbler juga dinilai lebih praktis karena dapat menjaga suhu minuman dalam waktu lama sehingga lebih hemat dibandingkan membeli minuman kemasan sekali pakai. “Kalau isu lingkungan dibawa terlalu serius, kadang orang malah jadi malas mendengarkan, jadi harus dibuat lebih santai dan dekat dengan keseharian,” ujar Eka Supariyanti.
Ia menambahkan komunikasi menjadi salah satu kunci penting agar pesan mengenai lingkungan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, pendekatan personal dan santai jauh lebih efektif dibandingkan langsung menegur atau menyalahkan orang lain. Dalam lingkungan pergaulan, edukasi bisa dimulai melalui contoh nyata dan obrolan ringan sehari-hari agar orang lain perlahan memahami dampak positif dari perubahan perilaku kecil. Selain itu, media sosial juga dinilai memiliki peran besar dalam menyebarkan edukasi lingkungan kepada anak muda melalui konten-konten kreatif yang mengikuti tren digital saat ini.
Untuk menjangkau generasi muda, Green Youth Bali aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok dengan membuat konten video pendek atau Reels yang singkat namun tetap bermakna. Menurut Eka Supariyanti, konten edukasi lingkungan harus dikemas secara menarik agar tidak terasa membosankan. Selain video pendek, penggunaan poster juga dianggap efektif untuk memberikan edukasi kepada anak-anak karena lebih mudah dipahami secara visual. “Konten lingkungan harus mengikuti tren supaya anak muda merasa relate dan tertarik untuk ikut peduli,” ucap Eka Supariyanti.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memulai langkah peduli lingkungan dari diri sendiri dan lingkungan keluarga terlebih dahulu. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, membawa barang guna ulang, hingga membuang sampah pada tempatnya dapat menjadi contoh nyata bagi orang-orang terdekat. Dengan konsistensi dalam melakukan kebiasaan kecil tersebut, kesadaran lingkungan akan tumbuh secara perlahan di lingkungan rumah hingga masyarakat luas. Eka Supariyanti menilai perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, meskipun tidak sedang menjadi tren di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....