Wisata Sejarah Dinilai Penting Sebagai Sarana Edukasi Generasi Muda
- 26 Mei 2026 21:12 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Wisata sejarah dinilai memiliki peran penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda di tengah perkembangan modernisasi yang semakin pesat. Hal tersebut disampaikan oleh Dewa Made Kresna Dana Artha saat mengisi program Obrolan Spada beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan tersebut, ia menekankan bahwa wisata sejarah tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tempat rekreasi semata, melainkan ruang belajar untuk mengenal identitas budaya daerah. Menurutnya, keberadaan situs sejarah di Buleleng menyimpan banyak nilai penting yang perlu dipahami dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Ia menjelaskan saat ini masih banyak generasi muda yang lebih tertarik menghabiskan waktu di coffee shop atau mengikuti tren wisata modern dibandingkan mengunjungi destinasi sejarah. Kondisi tersebut membuat sejumlah tempat bersejarah seperti Gedung Kirtya dan Museum Sunda Kecil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng masih sepi pengunjung. Selain itu, minimnya informasi yang menarik mengenai lokasi wisata sejarah juga menjadi salah satu faktor rendahnya minat masyarakat untuk datang dan mempelajari sejarah daerahnya sendiri. “Banyak generasi muda lebih tertarik mengikuti tren modern dibanding mengenal sejarah daerahnya sendiri,” ujar Dewa Made.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam memperkenalkan wisata sejarah kepada anak muda adalah cara penyampaian informasi yang sering dianggap terlalu kaku dan kurang relevan dengan gaya hidup generasi sekarang. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif agar sejarah dapat diterima dengan lebih mudah oleh kalangan milenial maupun Gen Z. Dewa Made mengatakan wisata sejarah seharusnya dapat dikemas menjadi pengalaman yang menarik tanpa menghilangkan nilai edukasi yang ada di dalamnya. Dengan cara tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga memahami cerita dan nilai sejarah yang tersimpan di lokasi wisata tersebut.
Sebagai upaya memperkenalkan sejarah kepada generasi muda, Jegeg Bagus Buleleng disebut aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk membuat konten edukatif mengenai wisata sejarah di Buleleng. Konten tersebut dikemas dengan konsep yang lebih ringan dan menarik agar mudah dipahami masyarakat luas. Selain itu, terdapat pula rancangan penggunaan QR Code di sejumlah lokasi wisata sejarah untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi sejarah melalui telepon genggam mereka. “Kalau penyampaiannya relevan dengan gaya hidup anak muda, mereka akan lebih tertarik mempelajari sejarah,” ucap Dewa Made.
Ia menambahkan generasi muda memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam melestarikan identitas budaya daerah melalui wisata sejarah. Menurutnya, sejarah lokal harus tetap dijaga agar tidak kalah populer dibandingkan tren modern yang berkembang di media sosial. Dengan mengenal sejarah daerah sendiri, generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal dan ikut menjaga keberlangsungannya di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....