Gedong Kirtya Dinilai Perlu Lebih Dikenalkan kepada Generasi Muda
- 26 Mei 2026 21:05 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Keberadaan Gedong Kirtya di Kabupaten Buleleng dinilai memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Bali, khususnya sastra dan lontar tradisional. Hal tersebut disampaikan oleh Putu Cista Pramitha Dewi saat mengisi Obrolan Spada Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, selama ini minat generasi muda terhadap seni pertunjukan seperti tari dan musik tradisional sudah cukup baik, namun perhatian terhadap sastra budaya masih belum merata. Padahal, lontar dan sastra tradisional menyimpan banyak pengetahuan serta nilai kehidupan yang penting dipahami oleh generasi muda Bali. “Gedong Kirtya adalah salah satu warisan penting yang harus lebih diapresiasi, terutama oleh anak muda,” ujar Cista.
Ia mengatakan budaya sejatinya merupakan identitas yang membedakan setiap daerah, bahkan hingga lingkup desa di Bali. Karena itu, pelestarian budaya tidak bisa hanya dilakukan melalui pertunjukan seni semata, tetapi juga dengan memahami nilai dan pengetahuan yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman saat ini, budaya tetap relevan sebagai fondasi hidup masyarakat.
Nilai-nilai budaya seperti yang tercermin dalam tradisi Tumpek Pengatag mengajarkan manusia untuk tetap menghargai alam dan lingkungan sekitar. Budaya juga dinilai mampu menjadi pengingat agar masyarakat tidak kehilangan karakter di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Cista menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Ia berharap anak muda tidak hanya mengenal budaya sebagai pelengkap dalam sektor pariwisata, tetapi mampu menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, identitas lokal harus tetap dipertahankan sebagai kebanggaan meskipun perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan. Pesan tersebut juga disampaikan melalui bait pupuh ginada yang mengingatkan generasi muda agar tidak bersikap sombong dan tetap menjunjung nilai budaya dalam kehidupan modern. “Teknologi boleh berkembang, tetapi budaya tetap harus menjadi pegangan hidup,” ucap Cista.
Selain memiliki nilai edukasi, budaya lokal juga dinilai dapat membuka peluang besar dalam sektor ekonomi kreatif. Berbagai bidang seperti kerajinan tangan, seni pertunjukan, hingga arsitektur tradisional disebut memiliki potensi menjadi lapangan pekerjaan yang menjanjikan bagi generasi muda. Cista menilai integrasi budaya dengan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu cara menjaga budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian, budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan leluhur, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi generasi muda di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....