KPU Buleleng Edukasi Mahasiswa Institut Mpu Kuturan Jadi Pemilih Cerdas
- 26 Mei 2026 21:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng kembali memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih pemula. Kali ini, kegiatan menyasar mahasiswa Institut Mpu Kuturan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran politik sejak dini.
Kegiatan berlangsung di Institut Mpu Kuturan, Selasa 26 Mei 2026, dan diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi. Sosialisasi ini digelar KPU Kabupaten Buleleng melalui Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait kepemiluan dan demokrasi.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Dharma Duta Institut Mpu Kuturan, Dr. I Putu Mardika. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Buleleng yang secara rutin hadir memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk karakter mahasiswa sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Mahasiswa, katanya, perlu menentukan pilihan berdasarkan kualitas dan kapasitas calon, bukan semata karena tingkat popularitas.
Pada sesi materi, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, memaparkan berbagai materi dasar kepemiluan. Materi yang disampaikan mulai dari jenis dan warna surat suara dalam pemilu hingga fungsi masing-masing surat suara dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden dan wakil presiden.
Ia juga menjelaskan tentang Daerah Pemilihan Bali yang memiliki alokasi sembilan kursi anggota DPR RI. Penjelasan itu diberikan agar mahasiswa memahami sistem representasi politik dan mekanisme pemilu secara lebih utuh.
Selain itu, Putu Arya Suarnata mengajak mahasiswa melihat politik dari sudut pandang yang positif. “Politik bukanlah hal yang negatif, melainkan sarana bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan fungsi lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap peran lembaga negara penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga warga negara yang memahami proses demokrasi.
Ia menegaskan keterlibatan generasi muda dalam setiap tahapan demokrasi sangat penting, khususnya bagi pemilih pemula yang akan menentukan kualitas kepemimpinan bangsa ke depan. Dengan bekal pemahaman politik dan kepemiluan yang baik, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan, mulai dari sistem pemilu hingga peran generasi muda dalam kehidupan politik, menandakan tingginya perhatian mahasiswa terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....