Mempersiapkan Generasi Sehat Dimulai dari Ibu yang Berdaya dan Bahagia
- 24 Mei 2026 18:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tidak hanya dimulai dari pemenuhan gizi atau pendidikan anak semata. Lebih dari itu, fondasi utama lahir dari sosok ibu yang sehat secara fisik, mental, dan emosional. Perempuan yang mampu mengenali dirinya, menjaga kesehatan mental, serta mendapatkan dukungan dari lingkungan akan lebih siap menjalani peran sebagai seorang ibu.
Hal tersebut disampaikan oleh Anak Agung Putri Melastini dalam dialog interaktif mengenai pentingnya mempersiapkan generasi sehat melalui perempuan yang berdaya dan bahagia.
Menurutnya, proses menjadi ibu sebenarnya dimulai sejak masa remaja. Perempuan perlu memahami tubuhnya, mengenali perubahan yang terjadi saat pubertas, hingga mempersiapkan masa depan dengan pendidikan dan perencanaan hidup yang matang.
“Ibu yang berdaya dimulai dari perempuan yang mengenal dirinya sendiri, memahami kelebihan dan kekurangannya, serta mampu mengelola emosi dan kehidupannya dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan juga perlu dibekali edukasi tentang kesehatan reproduksi, kesiapan mental, hingga perencanaan pernikahan. Saat ini, berbagai pendampingan pranikah juga telah diberikan oleh pemerintah dan lembaga keagamaan untuk membantu calon pasangan memahami kehidupan rumah tangga yang sehat.
Dalam dialog tersebut, dibahas pula pentingnya menjaga kesehatan mental ibu, terutama saat masa kehamilan dan pasca melahirkan. Perubahan hormon yang terjadi dapat memicu mood swing hingga baby blues. Jika tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi depresi pasca persalinan.
“Peran suami, keluarga, dan lingkungan sangat penting. Ibu yang baru melahirkan tidak hanya membutuhkan perhatian kepada bayinya, tetapi juga dukungan dan apresiasi terhadap dirinya,” ucap Putri.
Ia menjelaskan bahwa banyak ibu mengalami kelelahan mental karena merasa diabaikan setelah melahirkan. Padahal, dukungan sederhana seperti membantu merawat bayi, memberikan waktu istirahat, hingga menyampaikan apresiasi dapat membantu pemulihan emosional seorang ibu.
Selain dukungan keluarga, kemampuan perempuan dalam mengelola emosi juga menjadi faktor penting. Mengenali diri sendiri, memahami cara menenangkan diri, hingga berani mencari bantuan ketika menghadapi masalah merupakan bagian dari proses menjadi perempuan yang berdaya.
Menurut Putri, perempuan masa kini juga perlu bijak dalam menggunakan media sosial. Curhat dan berbagi pengalaman memang sah dilakukan, namun tetap harus disertai kebijaksanaan agar tidak menambah tekanan mental.
“Ibu yang bahagia akan melahirkan generasi yang kuat. Ketika seorang ibu sehat secara mental dan emosional, maka anak yang tumbuh di dalam lingkungan tersebut juga akan berkembang lebih baik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak sejak dini untuk mencegah pernikahan usia muda. Edukasi tentang tubuh, pergaulan sehat, hingga kesiapan mental perlu diberikan secara bertahap sesuai usia anak. Menutup dialog, Anak Agung Putri Melastini menegaskan bahwa mendukung perempuan berarti ikut mempersiapkan masa depan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....