Belasan SMP Ramaikan Jantra Olahraga Tradisional Buleleng 2026
- 24 Mei 2026 15:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui pelaksanaan Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 23–24 Mei 2026 di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jantra Tradisi Bali VI Tahun 2026. Ratusan pelajar tingkat sekolah menengah pertama turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengangkat nilai budaya dan olahraga tradisional Bali itu.
Pelaksanaan Jantra Olahraga Tradisional tahun ini diikuti hampir 300 peserta dari 16 SMP yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar sekolah, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, olahraga tradisional dinilai perlu terus diperkenalkan kepada kalangan pelajar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng I Nyoman Wisandika yang membuka kegiatan tersebut mengatakan Jantra Olahraga Tradisional menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan merasakan langsung nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tradisional.
“Melalui Jantra Olahraga Tradisional ini, kami ingin menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menjaga agar olahraga tradisional Bali tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah cabang olahraga tradisional diperlombakan, di antaranya terompah panjang berkelompok putri, deduplak atau lari batok kelapa berkelompok putra, megala-gala atau hadang putra dan putri, serta metajog berkelompok putra. Berbagai perlombaan itu menghadirkan suasana kompetisi yang penuh semangat dan antusiasme para peserta. Selain menguji kemampuan fisik, setiap permainan juga mengandung nilai kerja sama dan kebersamaan.
Ketua Panitia Pelaksana, I Made Tegeh Okta Maheri menjelaskan kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan. Jantra Olahraga Tradisional disebut sebagai media pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, kegiatan ini juga dipersiapkan untuk menjaring wakil Kabupaten Buleleng menuju ajang yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah membangun karakter generasi muda melalui nilai sportivitas, kerja sama, dan kebersamaan yang terkandung dalam olahraga tradisional,” katanya.
Lebih lanjut, olahraga tradisional juga dipandang memiliki fungsi penting dalam meningkatkan kebugaran jasmani peserta. Aktivitas fisik yang dilakukan dalam berbagai permainan tradisional dapat melatih ketangkasan, kekompakan, dan daya juang para pelajar. Di sisi lain, permainan tradisional juga menjadi media interaksi sosial yang mempererat hubungan antar peserta.
Melalui pelaksanaan Jantra Olahraga Tradisional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap budaya lokal tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya Bali. Upaya pelestarian budaya dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak agar nilai-nilai tradisi tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....