Parade Puisi dan Akustik Jadi Panggung Kreatif Anak Muda Buleleng
- 24 Mei 2026 15:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Semangat kebangkitan generasi muda melalui seni dan kreativitas menggema dalam gelaran Parade Puisi dan Akustik yang diselenggarakan oleh Radio Nuansa Giri FM di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Sabtu 23 Mei 2026. Mengangkat tema “Bangkit Berkarya, Bersatu dalam Nada”, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah penguatan persatuan di kalangan generasi muda Kabupaten Buleleng. Acara itu juga menjadi bukti bahwa seni tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media membangun karakter dan identitas daerah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program “Nuansa Harmoni” itu menghadirkan berbagai penampilan puisi dan musikalisasi dari kalangan pelajar hingga komunitas seni. Sebanyak 36 penampil dari siswa SMP, SMA/SMK, Yowana, tokoh seni dan adat, hingga perguruan tinggi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Antusiasme masyarakat yang memadati Gedung Sasana Budaya memperlihatkan besarnya perhatian terhadap ruang-ruang kreativitas yang memberi kesempatan generasi muda menunjukkan bakatnya.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak semata dipahami sebagai kebangkitan fisik dan ekonomi. Menurutnya, momentum tersebut juga harus dimaknai sebagai kebangkitan budaya, kreativitas, seni, dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata.
| Baca juga: Sudah Tahu? Ini Jadwal PKB 6 Juli 2026 |
“Melalui puisi dan musik, kita diajak untuk membangun optimisme, memperkuat persatuan, dan menyalurkan energi positif bagi kemajuan daerah. Kebangkitan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kreativitas dan karakter masyarakatnya,” ujarnya.
Ia menilai generasi muda saat ini memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, terutama dengan perkembangan teknologi digital. Namun, perkembangan tersebut juga harus dibarengi dengan tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital secara bijaksana. Menurutnya, karya yang lahir dari generasi muda memiliki peran besar dalam membentuk citra daerah di mata masyarakat luas.
Putu Ariadi mengajak generasi muda agar menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran nilai-nilai positif sekaligus ruang promosi berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Buleleng. Ia menilai kreativitas yang dikombinasikan dengan etika akan memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan sosial masyarakat. Ruang digital dinilai mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi budaya dan kreativitas Buleleng kepada masyarakat yang lebih luas.
| Baca juga: Merapat, Ini Jadwal PKB 5 Juli 2026 |
“Setiap kata, karya, dan tindakan kita hari ini dapat dilihat banyak orang. Karena itu mari gunakan media sosial dengan etika, sebarkan nilai-nilai positif, dan tunjukkan bahwa Buleleng memiliki generasi muda yang kreatif, berbudaya, serta penuh semangat kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai Kabupaten Buleleng memiliki modal besar untuk berkembang melalui kekayaan budaya, seni, sumber daya manusia, dan potensi alam yang dimiliki. Berbagai potensi tersebut perlu terus dijaga dan dipromosikan melalui karya-karya kreatif yang lahir dari masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya tersebut diyakini akan memperkuat identitas Buleleng sebagai daerah yang memiliki karakter budaya yang kuat.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Putri Suastini Koster yang membawakan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna dan mendapat sambutan meriah dari para penonton. Turut hadir pula Ketut Ngurah Arya, Hermawati Supriatna, pimpinan perangkat daerah serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Parade Puisi dan Akustik diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi bagi seniman, komunitas, dan generasi muda Buleleng untuk terus berkarya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....