BESTIE Buleleng Ditargetkan Tekan Angka Kekerasan Anak

  • 24 Mei 2026 08:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID,, Singaraja - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng menargetkan penurunan angka kekerasan terhadap anak melalui peluncuran inovasi layanan BESTIE Buleleng atau Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati. Program tersebut dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Buleleng. Kehadiran layanan itu juga diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam penanganan kasus kekerasan yang masih terjadi di daerah tersebut.

Pemerintah daerah menilai penanganan persoalan kekerasan terhadap anak tidak cukup dilakukan melalui penindakan semata. Diperlukan upaya yang lebih terstruktur melalui pencegahan, edukasi, pendampingan, hingga keterlibatan masyarakat secara luas. Karena itu, inovasi layanan yang mampu menjangkau masyarakat secara cepat dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan peningkatan kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya inovasi BESTIE Buleleng sebagai sarana yang diharapkan mampu membantu penyelesaian persoalan di lapangan.

“Dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, kami membuat inovasi BESTIE Buleleng. Harapannya mampu menjadi salah satu langkah eksekusi terhadap permasalahan kekerasan terhadap anak sehingga angka kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng dapat berkurang,” ujarnya Kamis, 21 Mei 2026.

Kariaman menjelaskan tujuan utama program tersebut bukan hanya merespons laporan yang masuk, tetapi juga mendorong penurunan jumlah kasus dalam jangka panjang. Menurutnya, langkah penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kasus serupa tidak terus berulang. Upaya pencegahan juga dinilai sama pentingnya dengan penanganan terhadap korban.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak dapat berjalan hanya melalui peran pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat, menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Dukungan bersama dinilai dapat memperkuat sistem perlindungan yang lebih efektif.

“Semoga BESTIE Buleleng bisa menjadi teman untuk menyelesaikan permasalahan kekerasan anak di Kabupaten Buleleng,” katanya.

Melalui inovasi tersebut, Dinas Sosial P3A berharap masyarakat semakin berani menyampaikan laporan maupun informasi terkait persoalan yang melibatkan anak. Program ini juga diharapkan mampu mempercepat respons penanganan sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak. Dengan sinergi berbagai pihak, angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng diharapkan dapat terus ditekan pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....