Dinsos P3A Buleleng Ajak Warga Aktif Cegah Kekerasan Anak

  • 23 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih aktif terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Ajakan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap berbagai kasus yang melibatkan anak dan perempuan di Kabupaten Buleleng. Pemerintah menilai penanganan persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada instansi terkait semata.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra menegaskan perlindungan terhadap anak memerlukan keterlibatan bersama mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat luas. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap situasi di lingkungan sekitarnya. Langkah cepat dari masyarakat dinilai dapat membantu mencegah dampak yang lebih besar bagi korban.

Kasus-kasus yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa anak korban kekerasan tidak hanya menghadapi tekanan secara fisik dan psikologis. Dalam banyak kondisi, anak juga terdampak pada aktivitas pendidikan maupun kehidupan sosialnya. Karena itu, penanganan yang dilakukan perlu dilakukan secara menyeluruh agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

“Kami berharap adanya sinergitas dan kerja sama dari semua pihak. Jangan menjadi penonton terhadap anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” ujarnya Kamis. 21 Mei 2026

Menurut Kariaman Putra, keterlibatan masyarakat memiliki peranan penting dalam memutus rantai kekerasan terhadap anak. Lingkungan sekitar sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui perubahan perilaku ataupun kondisi anak yang berpotensi menjadi korban kekerasan. Apabila masyarakat lebih peduli dan responsif, maka proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah selama ini terus berupaya melakukan pendampingan terhadap korban melalui berbagai layanan yang tersedia. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada proses penanganan kasus, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pendidikan dan kondisi sosial korban. Menurutnya, pendekatan secara menyeluruh menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Kami melakukan pendampingan sampai kepada permasalahan sekolah dan pendidikannya. Harapannya penanganan terhadap korban bisa berjalan secara maksimal,” katanya.

Selain peran masyarakat, sinergi lintas sektor juga dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng. Pemerintah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, komunitas, hingga keluarga diharapkan dapat bergerak dalam satu langkah yang sama. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya perlindungan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kariaman Putra berharap tumbuhnya kepedulian masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak. “Semoga seluruh pihak dapat bersama-sama mengambil peran sehingga kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan dan lingkungan yang aman bagi anak dapat terwujud,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....