Kekerasan Seksual Anak Dominan, Dinsos P3A Buleleng Bergerak Cepat
- 22 Mei 2026 09:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dari berbagai kasus yang ditangani, tindak kekerasan seksual berupa persetubuhan dan pelecehan disebut masih mendominasi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah perlindungan dan pendampingan terhadap korban.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan kasus yang terjadi belakangan menjadi perhatian pihaknya. Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak membutuhkan penanganan serius karena berdampak tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan sosial terhadap korban.
“Kasus yang terakhir kita tahu bersama terjadi di panti asuhan. Kalau kekerasan yang lain mungkin lebih sedikit, namun yang lebih dominan adalah kasus persetubuhan dan pelecehan yang terjadi,” ujarnya pada Kamis, 21 Mei 2026 saat Dialog Interaktif Haik Bali Ken-Ken Berjaringan Nusa Tenggara Barat.
| Baca juga: Anak Aman Dimulai dari Rumah |
Ia menjelaskan penanganan kasus kekerasan anak tidak berhenti pada proses pelaporan semata. Pemerintah melalui Dinas Sosial P3A melakukan langkah cepat agar anak korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi setelah mengalami peristiwa kekerasan.
Menurut Kariaman Putra, pihaknya turut memperhatikan keberlangsungan pendidikan korban agar tidak terganggu akibat kasus yang dialami. Dinas Sosial P3A juga berupaya memberikan dukungan agar korban tetap bisa melanjutkan aktivitas belajar dan kehidupan sosialnya secara normal. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemulihan secara berkelanjutan.
“Kami bergerak cepat melakukan pendampingan sampai dengan permasalahan sekolah dan pendidikannya sehingga anak-anak korban tetap mendapatkan perhatian,” katanya.
Ia menegaskan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat sekitar memiliki peran penting dalam mencegah maupun mendeteksi potensi kekerasan terhadap anak. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi langkah penting dalam menekan angka kekerasan di daerah.
“Harapannya ada sinergitas dan kerja sama dari semua pihak. Jangan menjadi penonton terhadap anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus berupaya memperkuat sistem perlindungan anak melalui berbagai inovasi layanan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah melapor ketika menemukan atau mengetahui kasus yang melibatkan anak dan perempuan. Dengan penanganan yang cepat dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....