Penataan Kawasan Kota Buleleng Diperluas hingga Pelabuhan Lama
- 21 Mei 2026 08:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan penataan kawasan kota secara terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan Titik Nol semata. Penataan tersebut dirancang mencakup kawasan di sekitar pusat kota hingga wilayah timur dan barat sebagai bagian dari upaya menghadirkan wajah baru Buleleng. Langkah itu diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai sejarah dan memperkuat identitas kawasan kota tua di Bali Utara.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya menjelaskan pembangunan Titik Nol bukan hanya berupa pembangunan satu titik atau monumen semata. Menurutnya, konsep yang disiapkan pemerintah memiliki cakupan lebih luas dengan penataan kawasan yang saling terhubung. Hal tersebut juga menjadi bagian dari visi besar pembangunan Kabupaten Buleleng dalam beberapa tahun mendatang.
“Kawasan ini akan dibangun dari Tugu Singa atau Titik Nol ke arah timur dan ke arah barat dengan tata kota yang memang dirancang lebih baik. Gedung-gedung tua peninggalan zaman Belanda juga akan direnovasi sehingga sejarah Buleleng tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menilai penataan tersebut penting dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal Buleleng dari kondisi saat ini, tetapi juga memahami sejarah masa lalu daerahnya. Menurutnya, Buleleng memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang pernah dikenal sebagai Sunda Kecil dan memiliki kawasan heritage yang perlu dipertahankan. Karena itu, pembangunan tidak hanya mengejar aspek fisik tetapi juga nilai sejarah yang melekat di dalamnya.
Penataan kawasan juga dirancang menjangkau sejumlah titik strategis di Kota Singaraja. Kawasan Pelabuhan Buleleng disebut menjadi salah satu fokus pengembangan, termasuk penguatan koridor kota di sekitarnya. Selain itu, Jalan Diponegoro juga dirancang memiliki konsep yang lebih tertata dengan tetap mengedepankan karakter budaya lokal.
“Pelabuhan Buleleng akan dipermak dengan baik. Jalan Diponegoro nantinya akan ditata lebih menarik, tetapi tetap mengedepankan budaya, seni, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah,” katanya.
Tidak hanya kawasan timur dan pusat kota, pemerintah juga menyiapkan penataan hingga wilayah barat. Kawasan Lovina disebut akan masuk dalam bagian pengembangan sehingga konektivitas antarkawasan dapat tercipta secara lebih menyeluruh. Dengan konsep tersebut, wisatawan yang datang tidak hanya terpusat pada satu lokasi.
“Setiap tamu yang datang nantinya bukan hanya melihat Titik Nol, tetapi juga dapat bergeser ke Pelabuhan Buleleng, kawasan kota, hingga Lovina yang dipersiapkan lebih baik,” ucapnya.
Menurut Arya, konsep pembangunan tersebut diharapkan mampu melahirkan wajah baru Buleleng yang memiliki karakter berbeda dibandingkan daerah lain di Bali. Penataan kawasan kota juga diproyeksikan tidak hanya memperkuat identitas sejarah daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Dengan konsep yang terintegrasi, Buleleng diharapkan memiliki daya tarik baru tanpa meninggalkan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....