Cuaca Ekstrem di Selat Bali Diprediksi Berlangsung Sampai Agustus

  • 18 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi di perairan Selat Bali dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang, diminta meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.

Selain kondisi cuaca laut, wilayah pesisir Bali juga berpotensi mengalami pasang maksimum air laut akibat fenomena Super New Moon. Fenomena tersebut terjadi ketika fase bulan baru bertepatan dengan posisi bulan berada paling dekat dengan bumi atau perigee. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III mengeluarkan peringatan dini bahwa fenomena Super New Moon pada Minggu 17 Mei 2026 dapat memicu kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah pesisir Bali pada periode 15–22 Mei 2026. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob, terutama di kawasan pesisir Bali selatan dan sejumlah titik di Kabupaten Jembrana.

Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Hendra, mengatakan kondisi cuaca di Selat Bali saat ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi saat musim angin timur. Menurutnya, masyarakat tetap harus memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan laut. Ia menambahkan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) telah mengingatkan seluruh operator kapal agar meningkatkan pengawasan terhadap standar keselamatan pelayaran, termasuk memastikan pengikatan muatan dilakukan secara maksimal.

“UPP juga meminta operator kapal memastikan pengikatan muatan dilakukan dengan baik demi keselamatan pelayaran,” ujar Hendra.

Meski cuaca kurang bersahabat, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk disebut masih berjalan normal selama libur panjang. Arus kendaraan didominasi truk logistik dan kendaraan barang, sedangkan peningkatan jumlah penumpang belum terlihat signifikan.

“Masih normal, belum ada lonjakan traffic yang berarti,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, Senin 18 Mei 2026 mengatakan perairan Selat Bali kini telah memasuki musim gelombang dan angin kencang. Tinggi gelombang saat ini berkisar antara 0,75 hingga 1,5 meter dan diperkirakan masih berlangsung sampai Agustus mendatang. Menurut Yuli, kondisi cuaca laut sangat dinamis sehingga perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu. Risiko pelayaran juga meningkat apabila gelombang tinggi disertai hujan lebat. Karena itu, penundaan keberangkatan kapal dapat dilakukan apabila cuaca dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

“Angin dan gelombang setiap hari berubah-ubah. Kalau disertai hujan lebat dan kondisi tidak memungkinkan, pelayaran bisa ditunda demi keselamatan penumpang,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....