Tinjau Turyapada, Koster Targetkan Proyek Gondola Rampung November 2026

  • 18 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gubernur Bali Wayan Koster memastikan proyek pembangunan gondola di kawasan Turyapada Tower, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ditargetkan rampung pada November 2026. Fasilitas wisata tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari pengembangan kawasan strategis di Bali Utara.

Kepastian tersebut disampaikan saat Gubernur Bali meninjau langsung progres pembangunan Turyapada Tower tahap II, Minggu 17 Mei 2026. Dalam peninjauan tersebut, Koster menyebut pembangunan tahap kedua mencakup penataan kawasan, pembangunan fasilitas planetarium, convention hall, akses jalan masuk, hingga pembangunan sarana gondola.

Koster menjelaskan pembangunan gondola menjadi salah satu fasilitas utama yang dipersiapkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan Turyapada Tower sekaligus memperkuat aksesibilitas wisata di Bali Utara. Gondola yang dibangun dirancang memiliki lintasan sepanjang 940 meter.

“Pembangunan tahap kedua meliputi penataan kawasan, fasilitas planetarium, convention hall, penataan jalan masuk, termasuk gondola juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, perangkat gondola saat ini telah dipesan dari Tiongkok dan dijadwalkan tiba di Bali pada akhir Juni 2026 sehingga proses pemasangan dapat segera dilakukan.

“Untuk gondola sudah dipesan di China, barangnya sudah dipesan. Akhir Juni sudah datang,” katanya.

Dalam agenda tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra turut mendampingi Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah daerah meninjau pembangunan Turyapada Tower tahap II. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama warga pemilik lahan yang terdampak proyek pengembangan wisata di kawasan tersebut.

Selain proyek gondola, pembangunan Jalan Lingkar Turyapada–Lemukih juga tengah dipersiapkan untuk menunjang akses menuju kawasan Turyapada Tower. Dalam pertemuan dengan warga, turut dibahas proses pembebasan lahan yang telah mencapai kesepakatan antara pemerintah dengan masyarakat terdampak.

Sesuai hasil kesepakatan, pembebasan lahan dilakukan dengan lebar 20 meter dan panjang sekitar satu kilometer guna mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur kawasan wisata Turyapada Tower. Pemerintah berharap proyek tersebut mampu mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....