Busungbiu Festival 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya

  • 17 Mei 2026 07:04 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Busungbiu Festival 2026 resmi dibuka sebagai upaya mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Busungbiu. Festival ini menjadi ruang promosi berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, UMKM, industri rumah tangga, hingga seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan Busungbiu memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan karena didukung sumber daya alam yang melimpah, lahan pertanian yang luas, serta sumber daya manusia yang kreatif dan produktif. Menurutnya, wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan sektor pertanian dan perkebunan yang cukup kuat di Kabupaten Buleleng.

Berbagai komoditas unggulan seperti cengkeh, kopi, kakao, dan kelapa disebut masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat. Selain itu, potensi budaya dan tradisi lokal yang masih terjaga juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam mendukung sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Busungbiu Festival 2026 merupakan wadah pelestarian budaya, promosi potensi daerah, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat membuka Busungbiu Festival, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurut Bupati Sutjidra, penyelenggaraan festival ini menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Busungbiu masih terjaga dengan baik. Setelah kurang lebih tujuh tahun tidak terselenggara festival tingkat kecamatan, kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali ruang-ruang kreativitas masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia juga menyoroti perkembangan UMKM lokal, industri rumah tangga, dan sektor ekonomi kreatif yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kabupaten Buleleng, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur serta peningkatan konektivitas wilayah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya serta potensi alam.

“Saya melihat semangat gotong royong masyarakat Busungbiu masih sangat kuat. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi modal penting dalam membangun daerah agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Sutjidra berharap Busungbiu Festival tidak hanya dipandang sebagai agenda hiburan tahunan semata. Lebih dari itu, festival ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat identitas daerah, melestarikan warisan budaya lokal, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni dan tradisi Bali agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....