Perbaikan Pipa JTU Mumbul, PDAM Buleleng Siagakan Tangki Air Gratis Warga

  • 13 Mei 2026 08:06 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perumda Air Minum Tirta Hita Kabupaten Buleleng melakukan perbaikan jaringan transmisi utama (JTU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mumbul yang berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Singaraja dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan selama proses pengerjaan berlangsung, PDAM Buleleng menyiapkan layanan mobil tangki air gratis bagi masyarakat terdampak.

Perbaikan dilakukan pada jalur transmisi utama dari Mumbul menuju Reservoir Tegal Sari dan titik nol Kota Singaraja. Proses pengerjaan berlangsung selama tiga hari mulai 11 - 13 Mei 2026 dan dilakukan secara bertahap guna mempercepat normalisasi distribusi air.

Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana menjelaskan selama proses perbaikan berlangsung, suplai air ke Reservoir Tegal Sari mengalami penurunan kapasitas karena sementara hanya mengandalkan SPAM Mumbul 2.

Ia menjelaskan proses perbaikan dilakukan secara bertahap mulai dari jalur transmisi utama hingga titik nol Kota Singaraja. Selama pengerjaan berlangsung, pihaknya juga menyiagakan mobil tangki air gratis untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

“Layanan mobil tangki kami prioritaskan untuk wilayah yang mengalami gangguan distribusi cukup parah. Kami juga mengimbau masyarakat melakukan penghematan penggunaan air selama proses pengerjaan berlangsung,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.

Wilayah yang terdampak gangguan distribusi meliputi Kelurahan Paket Agung, Banjar Tegal, Liligundi, Banyuasri, Desa Pemaron, Tukadmungga, Anturan, Kalibukbuk hingga Kaliasem. Jumlah pelanggan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu sambungan rumah.

Meski demikian, pihaknya memastikan distribusi air tidak sepenuhnya terhenti karena sebagian wilayah masih memperoleh suplai secara bergilir. Setelah pengerjaan selesai, normalisasi aliran air disebut akan dilakukan bertahap mengingat adanya potensi hambatan udara di dalam jaringan pipa.

“Setelah pengerjaan, perlu waktu normalisasi karena ada angin dalam pipa. Distribusi air diperkirakan kembali merata secara bertahap hingga malam berikutnya,” ucapnya.

Dirinya berharap proses perbaikan transmisi utama tersebut dapat meningkatkan stabilitas distribusi air bersih ke pelanggan serta meminimalisasi gangguan layanan di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....